MEDAN I okemedan. Gerak cepat Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatasi sampah di Sungai Bedera membuahkan hasil. Saat ini di sungai tersebut tidak ada lagi sampah.
Hal itu dilakukan secara gotong royong oleh jajaran Kecamatan Medan Marelan setelah adanya Instruksi Wali Kota Medan yang menegaskan kebersihan merupakan salah satu program prioritas utama.
Pembersihan dilakukan tidak hanya jajaran kecamatan Medan Marelan, tetapi juga berkolaborasi dengan sejumlah elemen masyarakat seperti himpunan nelayan serta warga sekitar bantaran Sungai Bedera. Berkat kolaborasi yang dilakukan tersebut, kondisi Sungai Bedera kini bersih dari sampah.
Camat Medan Marelan M Yunus, sampah yang dibersihkan itu didominasi sampah rumah tangga. Yunus mensinyalir, sepertinya ada oknum yang sengaja membuang sampah rumah tangga tersebut ke Sungai Bedera yang melintasi wilayah Medan Marelan.
Selanjutnya, kata Yunus, pasca dilakukan pembersihan, jajarannya terus melakukan pengawasan dan rutin menggelar gotong royong, sehingga kebersihan Sungai Bedera tetap terjaga. Di samping itu, mereka juga terus membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk menjaga kebersihan Sungai Bedera.
“Kemarin, kita berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumut dan melaksanakan gotong royong gabungan antara Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang untuk menjaga kebersihan Sungai Bedera,” kata Yunus, Rabu (14/4/2021).
Dengan dukungan yang dilakukan masyarakat, Yunus pun optimis persoalan sampah di Sungai Bedera dapat diatasi.
Selanjutnya, menyikapi limbah yang menyebabkan air Sungai Bedera menjadi hitam, Yunus mengatakan, mereka telah berkoordinasi dengan DLH Kota Medan maupun Provinsi Sumut. Sebab, penanganan limbah ini harus melibatkan banyak pihak, sehingga penanganan yang dilakukan benar-benar efektif.
Persoalan air sungai yang menghitam, jelas Yunus, telah difasilitasi DLH Provinsi Sumut, termasuk Kota Medan untuk ditangani bersama. Hasilnya, imbuhnya, sudah ada tindaklanjut langsung dari Pemkab Deli Serdang untuk membersihkan lokasi-lokasi tempat sampah liar yang mencemari air Sungai Bedera.
Sebagai kepala wilayah, Wali Kota minta seluruh camat untuk peduli dengan kondisi di wilayahnya masing-masing, terutama soal banjir. Bahkan, camat harus mengetahui berapa panjang drainase yang ada di wilayahnya.
“Saya minta camat untuk mengerahkan seluruh petugas penanganan prasaran dan sarana umum (P3SU) untuk membersihkan drainase di wilayhnya masing-masing setiap harinya. Hitung berapa panjang drainase yang dibersihkan, sehingga pembersihan yang dilakukan terukur,” kata Bobby Nasution pada Acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Camat dengan Wali Kota di Balai Kota, Rabu (14/4/2021).
Sementara warga sekitar mengucapkan terima kasih karena Wali Kota langsung menindaklanjuti keluhan mereka terkait sampah yang memenuhi Sungai Bedera.
“Atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota karena cepat merespons keluhan kami. Semoga sungai tetap bersih dan banjir pun berkurang. Saya mengajak warga lainnya untuk sama-sama menjaga kebersihan Sungai Bedera,” ucap Agus R Siagian, warga setempat.
OM-zan







