MEDAN I okemedan. Sebanyak 21.134 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) tahun 2021, bersaing untuk merebut 3.750 kursi di Universitas Negeri Medan, Senin (12/4/2021).
UTBK-SBMPTN 2021 masa pandemi covid-19 dilakukan dalam 2 Gelombang, dan dalam 1 hari dilakukan 2 sesi pagi dan sore. Pelaksanaan Gelombang I dari tanggal 12 – 18 April 2021 dan Gelombang II dari tanggal 26 April s.d 2 Mei 2021, untuk Pelaksanaan Ujian Sesi Pagi dimulai pukul 06.45 – 10.30 WIB dan Sesi siang dimulai pukul 13.45 – 17.20 WIB.
Sementara itu pengumunan UTBK pada tanggal 14 Juni 2021 pukul 15.00 WIB.
Jeda waktu yang ada akan digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan seperti seterilisasi ruangan dengan penyemprotan disinfektan.
Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes saat meninjau pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2021 di FBS kepada wartawan mengatakan jumlah peserta UTBK-SBMPTN tahun ini mengalami peningkatan naik 51,44 % dibanding tahun sebelumnya hanya 13.955.

Dikatakannya, daya tampung mahasiswa baru Unimed tahun 2021 ini adalah 7.500 mahasiswa, dari 3 jalur tes yaitu SNMPTN yang telah dilaksakan sebanyak 20% sekitar 1.500 Mahasiswa dan untuk UTBK SBMPTN diterima 50% dari 7.500 yang berarti sekitar 3.750 mahasiswa.
Sedangkan Jalur Mandiri dilaksanakan pada bulan 6-7, proses pendaftarannya yang akan menerima sekitar 30% atau 2.250 mahasiwa baru.
Rektor juga menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK di masa pandemi Covid-19 ini Unimed semua berjalan dengan lancar dan aman, panitia telah menerapkan standar dan protokol Kesehatan secara ketat diantaranya peserta wajib memakai masker, ketika memasuki ruangan peserta wajib di ukur suhunya, wajib mencuci tangan dengan air mengalir, dan setelah usai ujian diminta langsung pulang ke rumah dan tidak diperbolehkan berkumpul tanpa menjaga jarak.
“Kesiapan Universitas Negeri Medan dalam melaksanakan UTBK, panitia penyelenggara Unimed mendapat rekomendasi dari gugus covid-19, yang kedua bahwa juga panitia sudah berkoordinasi dengan Rumah sakit Haji untuk penanganan kesehatan termasuk dalam ras yang ketiga tentunya bahwa dia telah melakukan proses ruangan termasuk penyemprotan dengan desinfektan dan yang keempat bahwa pengawas dan panitia tetap melakukan protokol kesehatan sama halnya juga dengan peserta. Setiap peserta wajib pakai masker yang kedua bahwa setiap peserta wajib diukur suhu tubuhnya dan yang ketiga seluruh peserta cuci tangan dengan air mengalir, panitia telah menyiapkan wastafel cuci tangan, ambulans dan dokter terbaik. Seluruh fasilitas ujian disterilisasi termasuk komputer yang digunakan di semprot untuk menghindari Covid-19,” ujar rektor didamping WR1 Dr Restu MS, WR3 Prof Sahat Siagian dan WR4 Prof Manihar Situmorang. Turut juga mendampingi di lokasi ujian yakni Koordinator UTBK Unimed Dr Abil Mansyur MSi, Dekan FBS Dr Abdurrahman Adisaputera dan WD1 FBS Dr Wahyu Triatmodjo.
Disinggung Program Studi yang banyak diminati di Universitas Negeri Medan, rektor mengatakan untuk peminat tertinggi di Unimed itu tetap PGSD dan disusul oleh Manajemen, pendidikan Biologi, Pendidikan bahasa Inggris dan Akuntansi.
Sedangkan pelaksanaan UTBK SBMPTN dilaksanakan di 11 lokasi ujian yang telah bekerjasama dengan UNIMED yakni PPs UMSU, UMA, UNPAB, UPU, MAN 1 Medan, SMKN 14 Medan, SMK S Tritech Medan, SMK S Al Fatah Medan, SMA S Teladan Medan dan SMK S Ar Rahman, Medan.
OM-zan







