JAKARTA | okemedan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra El Talattov menilai perkiraan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen terlalu optimistis. Apalagi pelaksanaan vaksinasi nasional masih belum optimal sehingga target kekebalan komunitas sulit tercapai. Kondisi ini dapat membuat mobilitas masyarakat masih terbatasi dan mengganggu perekonomian.
Di samping itu, konsumsi masyarakat juga masih belum maksimal, termasuk dari kelompok menengah atas yang masih menahan belanja. Dengan kondisi seperti ini, Abra memperkirakan pertumbuhan ekonomi tertinggi hanya akan mencapai tiga persen.
“Dari sisi konsumsi masyarakat juga masih terkontraksi karena mobilitasnya masih terbatas,” jelas Abra kepada
Abra juga menyoroti skema anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Menurutnya, skema anggaran yang hampir sama tersebut tidak akan membawa dampak terhadap perekonomian seperti tahun lalu.
Program PEN tahun 2020 ditutup dengan realisasi sebesar Rp579,78 triliun atau 83,34 persen dari target Rp695,2 triliun. Kendati cukup besar realisasi program tersebut namun tidak mampu menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional. Salah satu aspek yang terlihat yaitu bantuan sosial yang mencapai Rp220,39 triliun tidak bisa mendorong konsumsi makanan dan minuman tetap terjaga.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen pada 2021. Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan konsumsi, investasi dan ekspor yang sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional.
Di samping itu, pemerintah juga akan meneruskan program penanganan corona dengan melakukan vaksinasi dan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Skala Mikro (PPKM Mikro). Vaksinasi ditargetkan akan menjangkau 182 juta orang pada tahun ini. Sementara PPKM Mikro telah diperluas dari 7 provinsi menjadi 10 provinsi karena dinilai efektif menekan kasus corona.
sumber: VOA







