MEDAN | okemedan. Saat ini Kota Medan sedang memasuki musim kemarau. Cuaca panas ini terkadang rentan terjadinya kebakaran.
“Musim kemarau saat ini rentan kebakaran, karena cuaca panas sangat rentan terjadi kebakaran,” kata Kepala Dinas P2K Kota Medan Albon Sidauruk kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Dia menyebutkan, cuaca panas ini sangat dirasakan masyarakat kota Medan dan sekitarnya termasuk perbatasan Deliserdang.
“Seperti pada Februari lalu, ada kejadian yang terbakar lalang atau tumpukan sampah, ada 5 kejadian dan bahkan dalam satu hari ada 2 kejadian. Kita berharap masyarakat jangan membuang puntung rokok, lalang, semak yang miring mudah terbakar, saya mohon,” ungkapnya.
Kondisi saat ini juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat bersama pemerintah Kabupaten/kota dan provinsi dalam arahannya walau penanganan Kahutla bukan hanya kewenangan Kabupaten dan kota atau provinsi, pemerintah pusat, tapi jika ada kebakaran lalang, pemerintah kota juga berkewajiban untuk melakukan pemadaman.
“Saya berharap mari kita saling menjaga kondisi rumah atau sekitar mana yang mudah terbakar agar dihindarkan, periksa instalasi listrik atau peralatan elektronik di rumah karena itu sangat rentan terjadinya kebakaran.
Memang tidak harus musim panas atau hujan, jika terjadi arus pendek maka peristiwa kebakaran tidak dapat dihindarkan.
Sebab 90 persen kebakaran di pemukiman akibat arus pendek. “Saya berharap kepada masyarakat untuk lebih waspada dan teliti,” katanya.
OM-zan








