Dewan Pakar HKTI Kunjungi Rumah Produksi Jamu Bumi Cot Mambong

LHOKSEUMAWE I okemedan. Dewan Pakar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pusat Ahmad Syawaludin mengunjungi rumah produksi jamu bumi (pupuk organik) di Dayah Babut Thalibin Desa Cot Mambong, Aceh Utara, kemarin.

Saat berkunjung ke Desa Cot Mambong, Ahmad Syawaludin sekaligus memberikan motivasi kepada para santri agar lebih produktif dalam mengolah lahan dengan menggunakan jamu bumi, pasalnya hasil produksi pertanian dengan menggunakan jamu bumi atau pupuk organik lebih prospektif dan petani lebih mandiri dalam mengolah lahan dan tidak tergantung dengan pupuk kimia.

Hasil penelitian yang dilakukan, petani di Indonesia ada sekitar 75 % miskin. “Kenapa hal ini terjadi, padahal pabrik pupuk kimia di Indonesia sudah berdiri sekitar 40 tahun lebih, pabrik pestisida berdiri sudah sekitar 35 tahun lalu, tapi petani tetap saja miskin, padahal kehadiran pabrik pupuk maupun pabrik pestisida diharapkan bisa membuat petani kaya, justru sekarang malah sebaliknya, ada sekitar 75 % petani kita miskin,” ungkapnya serius.

Oleh karena itu, urai Ahmad Syawaludin, mindset petani Indonesia harus diubah, tidak lagi ketergantungan dengan pupuk kimia, tapi lebih memanfaatkan pengolahan jamu bumi atau pupuk organik.

Seperti yang mulai digeluti oleh para santri Babut Thalibin, saat ini mulai mengembangkan pupuk organik dengan bahan baku tanaman hijau dilingkungan kampung, yang difasilitasi oleh Koperasi Produsen Syari’ah Lumbung Bumi Aceh

Bahan baku pupuk sangat mudah dijumpai dikampung-kampung, seperti buah maja, batang pepaya, buah labu tanah, daun kelor, tauge dan bahan tanaman lainnya.

Hal ini juga sudah dibuktikan oleh salah seorang petani di Desa Blang Rieh, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara Sutrimo dengan budidaya tanaman bayam seluas 1 rante. Sebelum menggunakan pupuk organik atau jamu bumi, bayam yang ditanam siap panen berumur 23 s.d 25 hari, namun setelah dilakukan pemupukan hasil produksi sendiri dengan bahan baku buah maja dan lainnya itu, umur bayam 15 hari sudah bisa dipanen.

“Panennya lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia, saat ini saya juga sedang mengembangkan tanaman buah maja salah satu bahan baku untuk membuat pupuk organik,” katanya.

Sementara itu Ketua Koperasi Produsen Syari’ah Lumbung Bumi Aceh, Fauzan mengatakan Desa Cot Mambong dimasa akan datang bisa menjadi desa percontohan dalam hal produksi pupuk organik.

“Kita ajak warga mulai sekarang menyiapkan bahan baku untuk produksi pupuk organik, seperti mulai menggerakkan tanaman buah maja, soalnya warga masih kurang budidaya buah maja, padahal buah maja memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi untuk pembuatan pupuk organic,” katanya.

OMD-gito

Tinggalkan Balasan