Penelusuran Virus Baru di China Bukan Mencari Kesalahan

JENEWA | okemedan. Penelusuran tim Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) tentang virus baru corona di China bukan lah penyelidikan atas dugaan kesalahan.

Dr. Michael Ryan, direktur Program Darurat WHO, menegaskan hal itu dalam konferensi pers di Jenewa, Senin (15/2).

Ryan mengatakan kerja sama tim internasional dengan China dapat lebih memahami asal-usul COVID-19 dan menarik pelajaran untuk masa depan.

Dr. Ryan mengatakan, “WHO tidak memiliki mandat untuk masuk tanpa diundang ke negara mana pun.” Ia juga mengatakan penelusuran itu adalah dan tetap merupakan proses kerja sama antara ilmuwan.

Dalam konferensi pers yang sama pada Senin (15/2), Dr. Peter Ben Embarek, ketua tim pakar internasional di Wuhan mengatakan tim bekerja sama untuk menerbitkan laporan bersama sementara, di mana mereka akan “membuat rekomendasi untuk kajian masa depan.” Tim pakar itu terdiri dari 17 ilmuwan internasional dan 17 mitra China.

Ia mengatakan, kajian yang lebih lama akan dibutuhkan untuk “mengeksplorasi beberapa hipotesis dan meningkatkan pemahaman kita tentang asal mula virus.”

Awal pekan lalu, tim internasional itu menyimpulkan penelitian mereka selama sebulan di Wuhan, dan mempresentasikan temuan awal mereka pada konferensi pers di China, yang menepiskan hipotesis bahwa virus itu lolos dari laboratorium.

China menolak untuk memberikan data mentah terkait kasus awal COVID-19 kepada tim yang dipimpin WHO yang menyelidiki asal-usul pandemi. Salah satu penyelidik tim mengatakan hal tersebut berpotensi mempersulit upaya untuk memahami bagaimana wabah itu dimulai.

Tim tersebut meminta data mentah pasien terkait 174 kasus COVID-19 yang telah diidentifikasi oleh China dari fase awal wabah yang terjadi di di Kota Wuhan pada Desember 2019, serta kasus lainnya. Dominic Dwyer, pakar penyakit menular Australia yang tergabung dalam tim, mengatakan China hanya memberikan ringkasan.

sumber: VOA

 

Tinggalkan Balasan