BANGKOK | Okemedan. Di tengah upaya pemerintah Thailand melawan pandemic COVID 19 yang kasusnya kian meningkat serta usaha mempertahankan perekonomian dari sektor pariwisata, Thailand dilanda demo besar-besaran. Sejak malam tadi, puluhan ribu massa berunjuk rasa di ibukota Bangkok. Pengunjuk rasa berasal dari kelompok Pro Demokrasi.
Demo kelompok Pro demokrasi yang dipimpinpin mahasiswa Thailand yang awalnya berjalan tenang akhirnya berubah menjadi konfrontasi dengan polisi
Sebanyak sepuluh pendemo yang diektahui aktivis sempat ditangkap polisi tetapi akhirnya dikabarkan diilepaskan pasca demo besar tersebut.
Koresponden okemedan.com di Bangkok melaporkan kelompok pro demokrasi telah berkumpul menggelar rapat umum di Kota Bangkok malam tadi. Mereka menuntut sejumlah hal seperti pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha bersama kabinet pemerintahannya.
Kelompok itu juga menuntut monarki kerajaan direformasi serta amandemen konstitusi khususnya 112 , yang dinilai tidak demokratis selama ini. Aksi juga digelar menyusul persidangan atas tuduhan menghina raja Thailand, sebuah kejahatan yang dapat dihukum 15 tahun penjara.
Bentrokan antara pendemo dan polisi dipicu oleh serangan tabung asap dan gas airmata yang tidak diketahui asalnya. Massa mengamuk dan bersitegang dengan polisi yang berjaga-jaga.
Para pengunjuk rasa membawa dan memukul panci dan wajan, Sebagian pendemo mengibarkan bendera Myanmar untuk menunjukkan dukungan bagi gerakan pro-demokrasi negara itu. “Jika ratusan ribu kita turun ke jalan, kita bisa mereformasi monarki,” teriak pemimpin protes Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul kepada massa yang berkumpul di kawasan Suan Luang Square, Kota Bangkok.

Pengunjuk rasa mulai berkumpul malam hari, Sebagian membawa pamflet bertuliskan “Bebaskan teman kita” dan “Hapus 112”, pasal hukum pidana yang mencakup penghinaan kerajaan. Yang lainnya memukul panci logam bertuliskan nomor 112.
Menanggapi demo besar besaran itu, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha yang juga menteri Pertahanan sejak 2019 mengatakan aksi protes akan merugikan Thailand. Dia mengimbau rakyat tidak ikut ikutan mendukung Gerakan mahasiswa dan pro demokrasi tersebut.
OM – S. Phassakorn (Bangkok).







