Bantu Urusan Warga tidak Mampu di RS, Sudari ST: “Kalau Bisa Kita Bantu, Kenapa Tidak”

MEDAN | okemedan. Setuju Fau (30) dan Istrinya Masrita Duha (28) warga Jalan Bromo Medan sangat terharu atas perhatian yang diberikan Sundari ST, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan kepada mereka.

Pasalnya, biaya rumah sakit bayi mereka sebesar Rp12 juta lebih didiagnosa dokter mengidap penyakit jantung dan terpaksa hrs dirawat intensif dlm tabung inkubator setelah kelahirannya, di RS Madani Jl. AR Hakim Medan, Jumat, (29/1), akhirnya, gratis.

“Aku sempat kebingungan sebagai seorang ayah yang hanya penarik Betor, aku gak tau harus mendaptkan uang dari mana untuk membayar biaya anakku yang baru lahir itu. Untunglah Bapak dewan (Sudari-red) yang baik hati itu, mau membantu dengan mempermudah aku mengurus SKTM ke Dinsos Medan dan mengkondisikan pihak RS Madani hingga istriku dan bayiku dapat dimasukkan dalam program Jampersal. Kalau tidak, gak taulah bang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/2/2021) sembari membawa pulang anaknya setelah dinyatakan sehat oleh pihak RS tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Dia menyebutkan, bayinya harus menjalani perawatan intensif dengan biaya perharinya mencapai Rp2 juta.

“Terhitung dari tanggal 1 lalu anakku dirawat hingga tanggal 6, kan sudah 6 hari itu bang. Jadi aturannya, aku hrs membayar Rp 12 juta bang. Ini, berkat bantuan pak dewan itu, aku jadi gratis,” tutur Setuju dengan logat Nias yang begitu kental.

Peristiwa itu berawal kebingungan Setuju atas biaya perobatan bayinya yang baru lahir. Informasi itu disampaikan ke Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST.

Setelah dihubungi melalui WhatsApp (WA) dan mendengar kronologis dan perihalnya, Sudari ST meminta agar dikirimi data si Ibu dan bayi lewat WhatsApp.

“Biar saya hubungi Dirut RS Madani nya, kirimlah data Ibu dan Bayi nya ya, semoga bisa dibantu,” ujarnya.

Setelah data dikirim, tidak berapa lama berselang, Sudari mengatakan bahwa Dirut RS Madani sudah menyetujui, ibu dan bayi ditampung dalam program Jampersal dan seluruh biaya ditanggung Pemerintah.

” Sudah.., sudah saya hubungi Dirutnya, beliau mengiyakan ibu dan anaknya dimasukkan dalam program Jampersal,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini.

Ketika ditanya, kenapa langsung merespon keluhan warga tidak mampu tersebut, Politisi PAN ini mengatakan, sudah sepatutnya, kita saling bantu dan saling menolong.

“Disaat warga butuh bantuan, kalau bisa kita bantu, kenapa tidak,” ujarnya.

OM-zan

Tinggalkan Balasan