MEDAN I okemedan. Polda Sumut menurunkan tim untuk menyelidiki kasus bocornya pipa gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) beracun di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang menewaskan 5 orang warga.
“Ada 34 personel yang diturunkan termasuk tim Inafis,” terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).
Nainggolan mengaku, belum bisa menyebutkan jumlah saksi yang sudah diperiksa. Sebab, kasus ini sepenuhnya masih ditangani Polres Madina.
“Saksi yang sudah diperiksa belum diketahui persis, karena kita saat ini hanya membantu. Tapi bisa-bisa saja kasus ini nantinya ditarik ke Poldasu,” ujarnya.
Nainggolan menyebut, sampai saat ini korban jiwa ada sebanyak 5 orang, yakni, Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Syahrani (14) dan Dahni. Sedangkan korban pingsan 23 orang.
“Satu diantara 23 orang itu adalah petugas kepolisian,” jelasnya.
Sementara, terkait aktifitas PT SMGP, MP Nainggolan menyebutkan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian. Untuk sementara kegiatan proyek dihentikan.
Dia menuturkan, penutupan itu dilakukan agar pihak Polres Madina dibantu dengan Polda Sumut dapat bekerja maksimal untuk mencari penyebab kebocoran pipa gas milik PT SMGP.
“Penyeledikan terkait penyebabnya apa. Jadi biar dulu tim bekerja,” pungkasnya.
OM-bandi







