Aceh Utara I okemedan.com. Ancaman bencana banjir masih terus mengintai sejumlah kecamatan di Aceh Utara, apalagi hingga saat ini curah hujan masih tinggi. Kondisi ini membuat warga masyarakat diback up oleh sejumlah personil TNI Kodim 0103 Aceh Utara membuat tanggul darurat dikawasan titik banjir di Kecamatan Prak Timu dan sekitarnya.
Debit air di beberapa sungai saat ini mengalami kenaikan seperti Krueng Jawa, Krueng Keureto dan Krueng Pirak, bahkan sebagian bibir sungai sudah longsor karena tidak mampu menahan luapan air sungai akbiat banjir yang menguyur kawasan tersebut.
Padahal beberapa minggu lalu Aceh Utara dilanda banjir besar dengan ketinggian air mencapai 2 s.d 3 meter dan menenggelamkan sejumlah desa di Aceh Utara. Saat ini ternyata curah hujan juga masih tinggi.
Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto S.Ap, saat mengunjungi kawasan titik banjir Aceh Utara mengakui bahwa potensi banjir bakal terjadi lagi di Aceh Utara, karena hujan masih terus mengguyur.
“Mudah-mudahan hujan tidak terus berlanjut, karena sejumlah kawasan di Aceh Utara acapkali dilanda banjir saat hujan tiba seperti Kecamatan Lhokssukon, Pirak Timu, Matangkuli, Cot Girek dan kecamatan lainnya. Jika hujan terus mengguyur, potensi banjir bakalan terjadi lagi,” katanya.
Disebutkan, upaya untuk antisipasi luapan air sungai terus dilakukan. Para Babinsa bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki tanggul menggunakan karung berisi pasir, kayu penahan dan tanah untuk menutupi tanggul yang jebol.
“Para Danramil telah mengerahkan Babinsa di masing-masing Koramil di beberapa kecamatan di Aceh Utara untuk bergotong royong memperbaiki tanggul darurat dengan karung berisikan pasir dan tanah dan di sebagian tempat menggunakan alat berat menutupi tanggul yang jebol. Mudah-mudan air tidak naik lagi. Memang kita ketahui bersama dalam beberapa hari ini terjadi hujan deras, sehingga air sungai menjebol tanggul dan meluap ke permukiman warga”, ungkapnya.
Dari hasil pantauan laporan Babinsa di lapangan 4 Januari lalu, di sejumlah kecamatan di Aceh Utara digenangi air banjir, antara lain di Kecamatan Syamtalira Bayu, meliputi Desa Alue Manjrun, Desa Blang Manjrun, selanjutnya di Kecamatan Pirak Timu dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 40 cm, yaitu di Desa Krueng Pirak, Beuracan Rata, Tring Krung Kreh, Geulumpang, Asan Krueng Kreh, Matang Keh, Rayuek Pange, dan Desa Bungong.
Kecamatan Simpang Keuramat, yaitu di Desa Menasah Baroh, Menasah Dayah dan di Desa Meunasah Teungoh. Kecamatan Matangkuli, ketinggian air mencapai 10 hingga 30 cm, yaitu di Desa Hagu, Alue Tho, Lawang, Tanjong Haji Muda, Leubok Pirak, Munye Pirak, Pante Pirak, Mee, Tanjong Tgk Ali, Blang, Punti Matangkuli, Tanjong Babah Krueng, Siren, dan Desa Teupin Keubeu.
Kecamatan Lhoksukon, ketinggian air mencapai 15 cm, terdapat di Desa Krueng, Jok LT, Kumbang LT, Merbo, dan Desa Meunasah Rayek.
Kecamatan Tanah Luas, yaitu di Desa Ampeh. Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam 10 ha lahan sawah di Kecamatan Syamtalira Bayu.
OM – sugito







