WASHINGTON | Okemedan. Presiden Donald Trump memveto RUU Kebijakan Pertahanan AS namun Kongres menolaknya. Selama hampir empat tahun Trump menjabat, baru pertama kali ini Kongres melakukan itu.
Dalam sesi luar biasa pada Hari Tahun Baru, Senat yang dikuasai Fraksi Republik dengan mudah menolak veto itu. Anggota Kongres menolak keberatan Trump atas RUU $740 miliar itu dan memberi presiden teguran keras beberapa minggu sebelum masa jabatannya berakhir sebagaimana diwartakan VOA hari ini..
Pekan lalu, Trump memveto RUU pertahanan itu, dengan alasan RUU itu tidak membatasi perusahaan media sosial yang dia klaim bias terhadapnya selama kampanye. Trump juga menolak penggantian nama pangkalan militer yang menggunakan nama-nama pemimpin Konfederasi.
Pemungutan suara 81-13 di Senat, mengikuti 322-87 pemungutan suara sebelumnya di DPR, menerima RUU pertahanan yang sangat populer.
RUU itu memberi kenaikan gaji 3% bagi tentara Amerika dan memandu kebijakan pertahanan, memperkuat keputusan tentang jumlah pasukan, sistem senjata baru dan kesiapan militer, kebijakan personel, dan tujuan militer lainnya. Banyak program, termasuk pembangunan militer, hanya bisa berjalan jika RUU itu disetujui.
Langkah itu dilakukan ketika Trump memilih berada di Gedung Putih, menyesali kekalahannya dalam pemilihan presiden (pilpres) dan menunjukkan kekecewaannya kepada politisi Republik. Ia juga mendorong teori konspirasi tentang telah terjadinya kecurangan pemilu dan mencoba menekan para petinggi Partai Republik untuk mendukung upayanya membatalkan hasil pilpres.
OM – dq







