MEDAN | Okemedan. Jelang pergantian tahun, Lapangan Merdeka yang menjadi titik nol kota Medan tetap ramai dikunjungi warga, Kamis (31/12/20). Warga Kota Medan tampaknya tak bisa lepas dari tradisi malam tahun baru sebelumnya dimana kegiatan hiburan dan atraksi kembang api acap digelar hampir setiap tahun di sini. Namun tahun ini ditiadakan karena pandemi Covid-19.
Pantauan di lokasi, kendati 4 ruas jalan menuju kawasan Lapangan Merdeka Medan sekitarnya ditutup, yaitu Jalan Balaikota, Jalan Bukit Barisan, Jalan Kereta Api, dan Jalan Pulau Penang ditambah Jalan Zainul Arifin Kampung Madras Medan, namun warga terus ramai datang ke kawasan Lapangan Merdeka Medan untuk melewati momen malam pergantian tahun.
Puluhan petugas Polantas, Dishub Kota Medan dan Satpol PP hingga jelang tengah malam terus berupaya menghalau warga yang akan berhenti dan hendak berswafoto. Upaya menghalau itu untuk memecah timbulnya kerumunan massa.
Begitupun warga yang datang mengendarai kendaraan bermotor roda dua tak henti melintasi ruas Jalan Raden Saleh dan Jalan Balai Kota. Akibatnya terjadi kemacetan dan kepadatan. Petugas pun tak mau membiarkan lama. Kendaraan kendaraan yang melintas dan parkir langsung dibubarkan.
Selain petugas, dari mobil patroli kepolisian maupun dinas perhubungan petugas menghimbau kendaraan yang parkir di bahu agar segera meninggalkan lokasi, seraya menjelaskan alam tahun baru ini,tidak ada sama sekali,acara seperti tahun tahun sebelumnya.
Diperkirakan menjelang pukul 24.00 Wib malam ini warga akan semakin ramai datang. Mereka bukan hanya dari Medan melainkan juga dari Deli Serdang, Sergai, Siantar. “Kami biasanya kemari tiap malam tahun baru, macam gak pas kalok gak ke Lapmeri, Bang” kata Susan Nasution, 28, salah seorang warga. Ia datang Bersama teman teman komunitas motornya.
Tapi ada juga yang kecewa setelah tahu ternyata tidak ada event pada malam tahun baru ini. “Pikir awak ada acara di sini,” ujar Husin Lubis, 40, warga Bandarklippa Deli Serdang yang datang bersama istrinya. Ia mengira peraturan tidak boleh ada keramaian hanya di Jakarta. Padahal Kapolri, Pemerintah Sumatera Utara maupun Pemerintah Kota Medan serta Satgas Terpadu Covid-19 sudah mengeluarkan maklumat dan imbauan agar tidak menimbulkan kerumunan.
OM – diurnawan q







