OkeSport

Ricky Yacob Anak Kampung Madras Dijuluki “Paul Mariner Indonesia” Pernah Bersinar di Timnas dan Liga Jepang

MEDAN | okemedan. Ricky Yacob (lahir di Medan, Sumatera Utara, 12 Maret 1963) adalah seorang pemain sepak bola legendaris PSMS, Arseto dan Timnas Indonesia.

Darah sepakbola menurun dari ayahnya Yacob yang pernah menjadi pesepakbola walau tidak setenar dirinya.Pemain yang asli warga Kelurahan Madras (Kampung Keling) memulai karirnya di sepakbola dengan bergabung di klub anggota PSMS Medan yaitu Putra Abadi.

Kemudian pada 1978 Ricky pindah ke klub Srinaga. Bakatnya yang besar membawanya kemudian bergabung dengan klub Teras yang seperti halnya Perisai dibina oleh Ditjend Pajak dan dilatih Wibisono.

Baca juga :Ricky Yakob Meninggal Dunia Usai Selebrasi Cetak Gol

Aksinya yang mantap di lapangan kemudian membuat pelatih Edy Simon bersama asistennya Subekti menariknya untuk bergabung di PSMS Jr yang dipersiapkan untuk menghadapi Suratin Cup 1980.Ricky pun kemudian bergabung dalam Tim PSMS Jr bersama Eddy Harto, Langkat Sembiring, Juanda, Benny Van Breukelen, Musimin, Sutrisno,Taufik Azhari, Azhari Rangkuti, Rapeno, Bambang Usmanto dan lainnya.

Bersama almarhum Ricky Yacob semasa hidupnya.

Di tim ini Ricky Yacob dkk tampil memukau dan meyakinkan hingga akhirnya sukses menghantarkan PSMS Jr menjadi Juara Suratin Cup 1980 stelah mengalahkan Persiter Ternate 3-0 di Final.

Aksinya yang memikat kemudian membuat Pelatih PSMS Sr Yuswardi memanggil Ricky Yacob beserta Supardi, Bambang Usmanto dan Juanda untuk memperkuat PSMS di babak 6 Besar Divisi Utama PSSI 1980 mendampingi senior – seniornya seperti Taufik Lubis, Suparjo, Suwarno, Parlin Siagian, Nobon dll.Talenta Ricky terlihat menonjol dalam babak 6 Besar itu walau lebih banyak bermain sebgaai pengganti.Sayang PSMS gagal melangkah ke Partai Final karena kalah bersaing dengan Persiraja dan Persipura.

Selepas memperkuat PSMS Jr di Suratin Cup,memperkuat PSMS di 6 Besar Divisi Utama PSSI 1980 dan Kejuaraan Sepakbola Junior ASEAN 1980 Ricky Yacob bersama Edy Harto direkrut oleh klub milik Sigit Harjojudanto, putra mantan Presiden RI Soeharto yaitu Arseto yang waktu bermarkas di Jakarta dan kemudian hijrah ke Solo.

Ricky sangat mempesona penggila bola nasional dengan gayanya yang khas. Kurniawan Dwi Yulianto, salah satu penyerang terbaik Indonesia yang bermain di era 1995-2005 sangat mengidolakannya.

Ricky kerap dijuluki Paul Mariner Indonesia dan merupakan penyerang opurtunis yang mengandalkan kecepatan dalam bermain.

Tampangnya yang lumayan ganteng dan rambutnya yang gondrong membuat Ricky begitu dikenal.

Aksi puncakya terjadi di ajang Asian Games 1986 di Korea Selatan.Pada ajang itu Ricky berhasil mencetak gol volly indah ke gawang Uni Emirat Arab (UAE) dan dinobatkan sebagai gol terbaik di ajang tersebut.

Gol voli dengan tendangan langsung tanpa sempat menyentuh tanah, ia lesakkan dari sisi kiri gawang UEA dalam jarak yang amat jauh.

Ketajamannya sebagai striker membuat Ricky mampu menggeser Bambang Nurdiansyah sebagai striker utama Timnas Indonesia.

Bagi saya selaku penggemar PSMS dan Ricky Yacob salah satu momen yang saya ingat adalah ketika dalam pertandingan uji coba melawan juara Liga Belanda PSV Eindhoven pada 1987 yang waktu itu diperkuat oleh Hans Van Breukelen, Ruud Gullit, Ronald Koeman,Erwin Koeman, Eric Gerets, Ivan Nielsen, Wiem Kieft dll Ricky berhasil mencetak 2 gol indah ke gawang Breukelen dalam pertandingan yang berakhir imbang 3-3 waktu itu.

Aksinya makin menawan sebagai striker dan kapten Timnas ketika membawa Timnas Indonesia Juara Piala Kemerdekaan 1987.

Puncak karirnya adalah ketika dirinya memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1987 di Jakarta sebagai Kapten Tim Nasional Indonesia sekaligus striker utama Timnas bersama Ribut Waidi yang sukses menghantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas pertama kali setelah di Final mengalahkan Malaysia 1-0.

Puncak karir Ricky di Timnas pada 1987 membuat klub-klub luar negeri tertarik padanya. Salah satu klub Jepang, Matsushita (sekarang Gamba Osaka) merekrutnya pada tahun 1988 dan menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Jepang.

Nama belakangnya kemudian lebih dikenal dengan Yacobi karena kebiasaan orang Jepang memanggilnya demikian.

Sayangnya, iklim Jepang, terutama udara dingin gagal membuatnya bersinar. Ia hanya turun di empat laga. Meski begitu, ia sempat mencetak satu gol di sana.

Ricky Yacob menikah dengan Ratu Loncat Indah Indonesia Harly Ramayani dan dikaruniai 2 orang puteri.

Akhir karirnya di Timnas Indonesia adalah ketika memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1993 di Singapura.

Sayang duetnya di lini depan bersama Bambang Nurdiansyah gagal menghantarkan Indonesia merebut medali emas setelah dikalahkan Thailand di Semi Final

Dalam kesempatan bertemu dengan saya di Stadion Teladan pada Piala Kemerdekaan 2015 dan beberapa momen lainnya Ricky Yacob menyatakan kebanggaannya menjadi anak binaan PSMS Medan dan berharap PSMS kembali menjadi kekuatan sepakbola nasional.

Apalagi PSMS sekarang dibina oleh sosok yang dihormatinya yaitu Gubsu Edy Rahmayadi.

Beliau juga bercerita peran penting pelatih Wibisono, Eddy Simon dan Yuswardi dalam membina karirnya di Medan.Rasa hormat juga diperlihatkannya ketika bertemu dengan seniornya di PSMS Medan yaitu Nobon Kayamuddin, Parlin Siagian, Tumsila dan legenda PSMS lainnya.

Kehangatan juga terlihat ketika bertemu dengan rekan – rekan seangkatannya di PSMS Medan.

Bagi saya bertemu Ricky Yacob juga adalah momen membanggakan karena bertemu idola saya sejak kecil yang posternya tertempel di dinding kamar saya dan aksinya bersama Timnas selalu saya tunggu di layar TVRI waktu itu.

Bang Ricky Yacob telah dipanggil Allah SWT. Selamat Jalan Striker Idolaku.Semoga Bang Ricky Husnul Khotimah.

Penulis: Indra Effendi Rangkuti (pemerhati olahraga Sumatera Utara)

OM – fan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button