Uncategorized

Empat Desa Terdampak Banjir Bandang Langkat

* Dua Rumah Hilang dan Jembatan Rusak

BAHOROK | okemedan. Banjir bandang terjadi pada hari Selasa (17/11/2020) kemarin, menyisakan kehancuran yang cukup dahsyat. Pada peristiwa yang terjadi mulai pukul 22.00 WIB, air di sungai tempat wisata yang dikenal sebagai Landak River ini mendadak naik. Sontak saja hal ini mengakibatkan pengelola objek wisata dan masyarakat sekitarnya menyelamatkan diri diterjangan banjir bandang ini.

Banjir bandang menerjang 4 desa, yakni Sampe Raya, Timbang Jaya, Timbang Lawan dan Lau Damak. Keempat desa ini tak berdaya menerima serangan air dari arah hulu sungai. Untung saja peristiwa ini tidak menyisakan korban jiwa serta luka-luka.

Laporan dari Muhammad Farhan yang diturunkan oleh tim DERM ACT Sumut, untuk sementara saat ini tidak ada warga mengungsi. Banjir hanya menyisakan lumpur yang tebal serta gelondongan kayu hutan.

Baca juga : Warung dan Ternak di Bukit Lawang Diterjang Banjir Bandang

Menurut Farhan, saat ini data yang ia peroleh dari pihak Kecamatan serta BPBD setempat, ada 1 Unit jembatan ranbin (terbuat dari besi) rusak berat di desa Timbang Lawan, 46 unit penginapan dan warung rusak ringan hingga berat, ternak kambing sebanyak 13 ekor dan sapi sebanyak 3 ekor mati tersapu banjir. Dan beberapa hektar sawah lahan pertanian pun rusak.

Pemkab Langkat melalui BPBD, Dinas Pariwisata, dan Dinas Sosial Langkat, sertadi bantu pihak Polsek, Koramil serta tim ACT yang meninjau langsung ke lokasi melakukan inventarisasi dan kaji cepat, kerusakan yang diakibatkan oleh banjir bandang ini.

Selain itu tim juga melakukan pembersihan material banjir bandang di lokasi bersama masyarakat. Dan memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bencana banjir/banjir bandang dikarenakan kondisi saat ini intensitas hujan sangat rutin.

Pihak keamanan juga menutup sementara lokasi wisata Landak River untuk umum dan difokuskan upaya penanganan.

Farhan menjelaskan, akses ke lokasi sulit dijangkau dan hanya dapat di tempuh menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki sejauh ± 2km. Dengan peralatan seadanya mereka melakukan pembersihan area dari material banjir bandang dengan menggunakan chainsaw, cangkul, karung(goni) dan sejenisnya.

Selain itu tim juga membuat semacam jembatan darurat sementara, di desa Timbang Lawan. Sejak berita ini dimuat, saat ini lokasi banjir bandang di sungai landak river masyarakat masih melakukan pembersihan lahan terhadap sisa-sisia material yang dibawa arus sungai sewaktu banjir bandang, jelas Farhan.

OM-wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button