Politik

Akhyar Diberi Gelar Tokoh Kemandirian Umat

MEDAN| okemedan. Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Ir Akhyar Nasution, disematkan gelar tokoh kemandirian umat saat menghadiri Kopi darat (Kopdar) Driver dan Merchant aplikasi Raja Sayur di Jalan STM Gang Suka Cipta, Rabu (18/11/2020).

“Kemunculan Raja Sayur ini juga banyak mendapat masukan. Kebetulan saya kemarin sempat berkunjung ke kantor beliau, Pak Akhyar ini banyak memberikan masukan, sehingga saya berpikir bahwa Pak Akhyar ini adalah tokoh kemandirian umat,” jelas CEO Raja Sayur, Rusdianto.

Dihadapan Akhyar dan juga driver serta merchant, Rusdianto mengungkapkan, kehadiran aplikasi Raja Sayur ini dilatarbelakangi saat merebaknya corona virus disease (Covid 19) yang melanda tanah air.

“Pada saat itu kebijakan pemerintah untuk kita tidak keluar dari rumah yang mengakibatkan ekonomi kita terpuruk. Saya orang yang terlibat dalam hal ini. Sebelumnya, saya mempunyai bisnis pengantaran pisang ke Malaysia. Saat covid, 2 kapal saya yang berisikan pisang dibuang semua ke laut. Setelah saya berdiskusi dengan beberapa teman, kita berpikir bagaimana membantu masyarakat dalam pandemi covid, bagaimana melayani masyarakat dan bagaimana agar UMKM UMKM yang tidak strategis ini bisa dilihat oleh warga seluruh Kota Medan,” ucapnya.

BACA JUGA :

Pak Akhyar Ibarat Dokter, Tahu Resep dan Obat

Pada kesempatan itu, Rusdianto juga memberikan informasi bahwa dia mendapat jatah untuk 50 pelaku usaha (merchant) tentang kerjasama dengan Bank BRI. Di mana, bantuan yang dikucurkan sebesar Rp50 juta dengan cicilan Rp1,1 juta selama 4 tahun.

Sementara itu, calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution memotivasi seluruh warga agar memiliki mindset menjadi pengusaha. “Jadi toke kecil dulu, baru jadi toke besar,” ucapnya.

Akhyar menerangkan bagaimana filsafat warga keturunan Tionghoa. Di mana, warga keturunan memiliki semangat menjadi pengusaha. Bahkan, etnis ini telah menerapkan konsep sedekah. Misalkan seorang etnis itu ingin membuka restoran dengan modal Rp3 miliar. Sebenarnya bukan dia enggak sanggup. Tapi dia mengajak teman temannya untuk join. Sehingga, masing masing owner juga turut mengajak kolega-koleganya untuk makan di restoran itu, sehingga keuntungannya menjadi lebih besar.

“Saya bangga dengan beliau (CEO Raja Sayur). Dia berani punya ide dan berhasil merealisasikannya. Dalam pandemi ini, dia bisa menghadirkan Raja Sayur. Jadi dalam hidup ini, yang bisa merealisasikan idenya, itulah orang yang hebat,” tandasnya.

Dia juga mendorong setiap orang menjadi entrepreneur. Sebab, Rasulullah juga seorang pengusaha. “Dalam berusaha, yang merealisasi cita-cita dan keinginan, 50 persen itu dikatakan sudah berhasil. Ada kesalahan, itu bisa dibenahi di pertengahan jalan. Berdasarkan itulah, lebih bagus jadi toke kecil, daripada jadi budak besar,” pesannya.

OM-zan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button