Politik

Bukti Kecintaan Warga, Relawan Undang Akhyar Ngopi Bersama

MEDAN I okemedan. Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution menghadiri undangan ngopi bersama simpul relawan Sabar Man (Sahabat Akhyar Salman) dan relawan Pasangan Akhyar Salman Medan Bermartabat (PAS MANTAP), Kamis (12/11/2020) di Warung De’ma Jalan Kapten Muslim.

Ketua Relawan Sabar Man, Isa A menyampaikan, silaturahim ini merupakan bukti kecintaan para relawan untuk bertemu dengan calon Wali Kota dukungannya.

“Karena masyarakat ini memang cinta dan sudah kepingin dari dulu untuk bertemu secara langsung, karena mereka ini adalah simpul-simpul di relawan Sabar Man dan PAS MANTAP. Jadi, yang hadir ini adalah orang orang yang punya jaringan, mereka adalah perwakilan masing-masing relawan dari 21 kecamatan se Kota Medan,” ungkap Isa.

Jaringan relawan ini, kata Isa, terdiri dari anak-anak muda atau milenial yang ingin Akhyar kembali menjadi pemimpin di Kota Medan.

“Jadi kami berharap, beliau kembali menjadi pemimpin di Kota Medan, karena beliau yang ahli dalam bidang khususnya untuk infrastruktur. Ini yang kita harapkan, bahwa Pak Akhyar kami harap bisa melanjutkan program yang sebelumnya masih tertunda,” ucap Isa.

Oleh karena itu, Isa berharap, pasangan Akhyar – Salman dapat menuntaskan persoalan yang terjadi di Kota Medan, baik infrastruktur hingga kesejahteraan warga. Sementara, mereka terus bergerilya hingga akhirnya bisa memenangkan Akhyar – Salman menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

“Harapan kami ketika sudah duduk nanti, yang paling urgent, mengatasi persoalan banjir dan juga kemaslahatan umat,” harapnya.

Sementara itu, dihadapan para relawan Akhyar kepada relawan banyak bercerita mengenai persoalan dan penanganan Kota Medan, dimulai dari Gerakan #yokbikincantikMedan yang out put pada kesejahteraan bagi warga.

“Yang pertama itu #yokbikincantikMedan. Kalau Medan sudah cantik, orang akan senang ke Medan, orang pasti akan berbelanja, sehingga tumbuh lah perekonomian warga, bahkan PAD kita juga akan meningkat,” ujar Akhyar.

Dia juga menyinggung soal heritage Kesawan. Di kawasan ini akan dihidupkan seperti keberadaan gedung Warenhuis.

“Kota tua Medan ini sebenarnya ‘Harta Karun’ kota yang belum terkolola. Jika nanti sudah cantik, wisatawan akan ramai dan tumbuh nilai ekonominya, serta lapangan kerja pasti terbuka. Misalnya nanti di gedung Warenhus itu bisa dipakai menjadi galeri perdagangan souvernir, gedung pertunjukkan dan dagangan oleh-oleh kota. Kami hidupkan kota ini harapannya menumbuhkan nilai ekonomi,” ujar Akhyar.

OM-zan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button