Politik

Debat Pertama, Akhyar-Salman Kompak Kenakan Tengkulok dan Uis Gara

MEDAN I okemedan. Dalam debat kandidat putaran satu, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi sampaikan karakter warga Medan, yang bangga dengan Kota Medan-nya.

Alasan inilah yang membuat pasangan Akhyar-Salman memakai Uis Gara Karo dan Tengkulok Melayu.

Sebelum disampaikannya visi dan misi, Akhyar Nasution terlebih dahulu menyapa warga Kota Medan dengan sapaan etnis. Mulai dari sapaan salam Jawa, Melayu, Batak, Karo, Pakpak dan Nias.

“Visi Akhyar-Salman, Mewujudkan Kota Medan Cantik Berkarekater Menuju Kota Masa Depan Yang Nyaman dan Bahagia Warganya,” katanya. “Visi dan Misi adalah kombinasi pemikiran Akhyar-Salman sendiri dan yang muncul dari aspirasi warga Kota Medan,” tambahnya.

Adapun yang menjadi misi Akhyar-Salman, satu Medan Berkarakter. Akhyar mengatakan, Kota Medan merupakan kota multicultural, multi agama, semua suku bangsa yang ada disini hidup saling hormat menghormati dan hidup secara damai.

Orang Medan tekun beribadah, tekun belajar, orang Medan giat bekerja, orang Medan saling saying menyayangi, dan orang Medan bangga dengan Medan-nya. Itulah Medan Berkarakter.

Selanjutnya, Salman Alfarisi menyampaikan, misi selanjutnya yakni Medan Berkawan. Orang Medan sangat suka berkawan, beragam etnis, agama dan suku, justru menciptakan partisipasi aktif dan kemitraan yang luar biasa, sehingga mampu melakukan tata Kelola pemerintahan dan digitalisasi data-data informasi, orang Medan Berkawan, Maka Medan akan maju.

Misi ketiga, Medan Maju, Salman menyatakan, harus berani bersinergi dan berinoivasi dalam hal regulasi, transparansi birokrasi yang intinya menciptakan iklim investasi yang cantik dan berdaya saing. Sehingga Kota Medan menjadi kota yang setara dengan kota-kota besar dunia.

Kemudian, pada misi keempat, dia mengatakan, Medan Sejahtera. Percepatan dan perluasan kesejahteraan harus sebanding dan sejurus dengan infrastruktur dan suprastruktur. Yang paling penting, pasangan AMAN meningkatkan kemampuan warga Kota Medan, untuk menciptakan kesejahteraan secara mandiri, dan cantik, ramah berteknologi, dan modern.

“Pada misi kelima, Medan Cantik. Semua warga kota pasti menginginkan yang cantik. Pasrtisipasi masyarakat inilah yang kita tingkatkan agar kota ini menjadi cantik secara tampilan, rapi dan indah untuk dilihat,” katanya.

Usai debat kandidat, Akhyar-Salman yang ditanya mengenai tampilannya mengenakan Uis Gara Karo dan Tengkulok Melayu.

Akhyar menyampaikan, alasannya ia dan Salman mengenakan Uis Gara Karo dan Tengkulok untuk menunjukkan kepada banyak orang bahwa Kota Medan memiliki keragaman etnis, dan sebagai bentuk menghargai etnisitas yang ada di Kota Medan harus terus dilestarikan.

“Medan adalah kota yang beragam, makanya kami memakai Tengkolok Melayu dan Uis Gara Karo, ini cara kami menghargai dan terus melestarikan budaya di Kota Medan,” ucapnya.

Terpisah, Pakar Komunikasi Politik USU, DR Sakhyan Asmara MSP mengatakan, tampilan Akhyar-Salman yang mengenakan Tengkulok Melayu dan Uis Gara Karo menunjukkan sikap penghargaan terhadap etnis-etnis yang ada di Kota Medan.

Apalagi, Kota Medan ini merupakan sebuah kota miniatur etnis yang ada di Kota Medan.

“Saya sebagai suku Melayu sangat terhormat Akhyar-Salman memakai Tanjak atau Tengkulok yang lebih kenal di Kota Medan, begitu juga saya rasa untuk etnisitas lainnya. Saya yakin beliau akan memakai kebesaran etnis lainnya saat debat selanjutnya,” katanya.

Dia juga melihat, Akhyar-Salman sangat paham dengan etnis yang ada di Kota Medan sehingga beliau menyampaikan salam dengan beragam Bahasa daerah. Ini menandakan pemimpin itu akan memimpin banyak etnis-etnis yang ada di Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button