OkeMusik

Iksan Putra Vei Sarjana Ilmu Komputer yang Memilih Menjadi Instruktur dan Arranger Musik

Medan | OkeMedan. Pria tampan berambut panjang ini dikenal dengan nama Mr Vei atau Isan Vei. Nama Vei di belakang terinfluence gitaris idolanya, Steve Vai. Nama lengkapnya sendiri Iksan Putra Vei.

Kesehariannya, pemuda berusia 32 tahun ini adalah instruktur/ pengajar musik di salah satu lembaga musik terbesar di Sumatra, Medan Musik, khususnya jurusan Gitar Klasik & Gitar Elektrik.

Mr Vei juga dikenal sebagai seorang composer dan arranger di Kota Medan terutama di Studio Recording Production miliknya (V31 PRODUCTION).

Di studio miliknya itu Mr Vei selalu mengerjakan proyek recording pelanggannya dengan menjadi arranger dan sekaligus pengisi semua instrumen. Kebanyakan pelanggan nya adalah penyanyi solo.

Ditemui di kawasan Medan Johor baru-baru ini, Vei yang lahir pada 13 September 1988 menuturkan bahwa ia belajar musik di usia 14 tahun saat di bangku SMP.

Pada mulanya, ia belajar memainkan gitar secara otodidak.

Saat memasuki SMU Mr.Vei meminta orangtuanya untuk belajar private gitar elektrik kepada guru pertamanya, anak SMK Musik yang saat ini menjadi pemain gitar band hebat di Bali.

Setelah itu Mr Vei selalu bermain band dengan teman-temannya lalu mengenal dunia recording karena Mr Vei ingin lagu-lagu ciptaan nya direkam di studio recording.

Pada saat itu Mr Vei sudah bercita-cita ingin punya tempat recording sendiri karena bisa bebas merekam semua karya-karya nya, tapi apa daya di saat itu Mr Vei belum memiliki uang untuk membeli alat-alat recording yang tergolong mahal.

Begitupun ia tak putus asa, terus belajar dengan membaca buku-buku agar dapat memahami proses recording di masa depan.

Memasuki bangku kuliah jurusan komputer Mr Vei kerap menjadi session player untuk mengikuti festival. Hasilnya, selalu mendapatkan posisi 3 besar dengan membawakan lagu Dream Theater, Funky serta Japannese Rock.

Mr Vei juga mencintai musik-musik klasik era Baroque dan Classical serta era Romantic karena Mr.Vei sejak kecil selalu diperdengarkan orangtua nya lagu-lagu klasik.

Memasuki semester 3 Mr Vei semakin serius di dalam bermusik, dan kemudian meminta kembali kepada orangtuanya untuk dapat belajar private gitar klasik kepada guru di salah satu lembaga besar. Mr Vei berkeinginan dengan belajar klasik, dia dapat mahir membaca dan menulis partitur not balok, karena tidak semua musisi yang mahir memainkan alat musik dapat membaca dan menulis partitur not balok.

Grade 8

 

Setelah belajar musik klasik selama 4 tahun, Mr Vei akhirnya mendapatkan sertifikat gitar hingga grade 8 yang merupakan akhir grade gitar klasik karena mengikuti ujian gitar di lembaga musik. Bersamaan itu, Vei juga menyelesaikan kuliah S1 nya di jurusan Komputer.

Uniknya, ia lebih memilih menjadi musisi ketimbang ahli computer. Alasannya ia merasa lebih berbakat di bidang musik ketimbang computer. Dengan menjadi instruktur musik ia mengaku mendapat penghasilan yang lumayan besar. Di samping itu, ia mengaku pengen tetap bisa berambut gondrong.

Saat ini Mr Vei memiliki banyak murid, Dari penghasilannya sebagai instruktur musik, ia dapat mewujudkan impian nya membeli alat-alat musik dan alat-alat recording hingga memiliki Studio Recording Production.

Selain belajar recording dari membaca banyak buku Mr Vei juga belajar pada beberapa studio recording besar di Medan, salah satu nya Music Room Studio hingga mampu menjadi engineering music.

Beberapa lagu dari musisi Medan juga diaransmen penuh oleh Mr Vei seperti Lambok Boyke Aritonang, Dino Tarihoran, Dian Wulan, Sun D. Kenji, Boy Pane dan lain-lain. Mr Vei juga terlibat dalam mengisi dan mengaransmen lagu-lagu dari Sekolah Shaffyatul Amaliyah, Akbid Armina Centre Penyabungan, Pesantren Raudlatul Hasanah, Pesantren Al-Husna dan lain-lain.

Mr Vei belajar musik dari nol dan memiliki sedikit fasilitas karena terlahir di keluarga sederhana. Hanya bermodal 1 buah gitar klasik, 1 buah gitar elektrik tanpa sound dan effect gitar, 1 buah keyboard lama serta komputer Pentium 4 serta semangat untuk bermain musik memberikan motivasi tersendiri buat Mr. Vei hingga menjadi seperti sekarang ini. “Tidak harus memiliki Instrument yang mewah, yang penting tetap semangat dan belajar terus untuk meningkatkan pengetahuan,” prinsipnya.

Mr Vei juga mengatakan jika ada yang mau belajar gitar klasik, gitar elektrik, gitar akustik, membaca partitur not balok, serta recording lagu ciptaan nya dapat menghubungi langsung Mr Vei di Instagram (ikhsan_putra_vei).dan (vei_record). “Saya juga melayani jika ada yang ingin berdiskusi tentang musik dan recording,” imbuhnya. Video-video Mr Vei bermain gitar dan hasil-hasil recording production nya dapat dilihat di akun youtube Mr Vei dan juga Facebooknya Mr Vei (ikhsan putra vei) ujarnya menutup pembicaraan.

OM – fan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button