Medan

Al Washliyah dan PUI Gagas Pertemuan Rutin Ormas Islam di Sumut

MEDAN | okemedan. Al Jam’iyatul Washliyah dan Persatuan Ummat Islam (PUI) sepakat untuk menggagas pertemuan rutin Ormas-Ormas Islam di Sumatera Utara (Sumut). Tuan rumah pertemuan itu nantinya dijadwalkan secara bergilir.

“Untuk pertemuan perdana, Al Washliyah siap menjadi tuan rumah,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumut Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP kepada Ketua PUI Sumut Shakira Zandi yang mendampingi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUI KH Nurhasan Zaidi berkunjung ke Kantor Al Washliyah Sumut di Jalan Sisingamangaraja, No 144, Medan, Sabtu (17/10/2020) malam.

Dikemukakan, tujuan utama dari pertemuan rutin Ormas-Ormas Islam di Sumut ini nantinya tidak hanya untuk menguatkan silaturahmi dan kekompakan antar-sesama Ormas Islam, tetapi juga diharapkan menjadi wadah mendiskusikan berbagai persoalan keumatan, kedaerahan, dan kebangsaan.

“Saya pikir pertemuan rutin Ormas-Ormas Islam di Sumut ini penting dan perlu secepatnya kita realisasikan,” kata Dedi yang juga Senator asal Sumut di DPD RI.

 

Sebelumnya, kedatangan Nurhasan Zaidi bersama rombongan Pengurus PUI Pusat dan PUI Sumut disambut hangat Dedi Iskandar Batubara beserta sejumlah Pengurus Harian, Pengurus Majelis dan Badan, serta Pimpinan Organisasi Bagian Al Washliyah Sumut.

Zaidi mengatakan Al Washliyah merupakan salah satu Ormas Islam tertua dan memiliki banyak pengikut di Indonesia. Terlebih di Sumut yang merupakan tempat kelahirannya pada 30 November 1930, Al Washliyah merupakan Ormas Islam terbesar.

“Karena itu setelah dari acara Pelantikan Pengurus DPW PUI Sumut, kami secara khusus berkunjung ke Al Washliyah untuk bersilaturahmi, karena kami tahu Sumut ini pusatnya Al Washliyah,” ujarnya.

Zaidi yang juga Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera menjelaskan tentang keberadaan Ormas Islam yang saat ini dia pimpin.

PUI, kata dia, berdiri tahun 1952 di Bogor. PUI merupakan organisasi hasil peleburan dari dua Ormas Islam. Yakni Perikatan Oemmat Islam (POI) yang didirikan KH Abdul Halim di Majalengka tahun 1943 dan Persatuan Oemmat Islam Indonesia (POII) yang didirikan KH Ahmad Sanusi di Sukabumi tahun 1944.

POI awalnya bernama Jam’ijjah Hayatoel Qoeloeb yang didirikan tahun 1911 dan berubah nama
menjadi Persjarikatan Oelama (PO) atas saran Haji Oemar Said Tjokroaminoto.

Sementara POII awalnya bernama Al Ittihadijatul Islamijjah Indonesia (AII) yang berdiri tahun 1931.

“Dua organisasi inilah yang melahirkan PUI. Namun cikal bakal PUI sudah ada sejak tahun 1911,” ungkap Zaidi.

Saat ini PUI telah berkembang di berbagai daerah di tanah air. Jawa Barat hingga kini menurutnya masih menjadi basis terbesar PUI.

“Sama seperti Al Washliyah, sebagai Ormas Islam yang berpaham ahlussunnah wal jama’ah, PUI juga fokus menjalankan misi dakwah, pendidikan, ekonomi, dan sosial,” terangnya.

Zaidi dalam kesempatan itu juga memuji perkembangan Al Washliyah di Jawa Barat. Karena itu di bawah kepemimpinan Shakira Zandi selaku Ketua Umum PUI Sumut periode 2020-2025 yang baru dilantik, Zaidi berharap PUI juga dapat berkembang di Sumut yang merupakan basis Al Washliyah.

“Kami titipkan PUI Sumatera Utara kepada saudara tua kami, Al Washliyah, semoga PUI juga dapat berkembang di Sumatera Utara,” harapnya.

Ketua PW Al Washliyah Sumut Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP PUI KH Nurhasan Zaidi dan rombongan ke Kantor Al Washliyah Sumut, Sabtu (17/10/2020) malam.

Dedi Iskandar Batubara mengaku pihaknya merasa bahagia dan bersyukur atas kunjungan rombongan Pimpinan PUI Pusat dan PUI Sumut ke Kantor Al Washliyah Sumut.

Ia meyakini silaturahmi ini akan membawa manfaat dan kebaikan bagi Al Washliyah dan PUI khususnya di Sumut. Ia juga berharap ke depan silaturahmi dan sinergi antara kedua Ormas dapat terus terjalin sehingga kebermanfaatan kedua organisasi semakin dirasakan di tengah-tengah umat.

Selain saling bertukar informasi terkait perkembangan Al Washliyah dan PUI, kedua pimpinan organisasi juga mendiskusikan berbagai hal terkait dakwah, pendidikan, kemahasiswaan dan pelajar, hingga persoalan sosial, politik, dan kebangsaan.

Hadir dalam pertemuan itu sejumlah Pengurus Al Washliyah Sumut diantaranya Gusliadi Ritonga (Wakil Sekretaris), Abdul Hafiz Harahap SH SSos MIKom (Bendahara), Abdul Khalik Khan (Wakil Bendahara), Drs Zulfadly Lubis (Anggota Pleno), Muhammad Darwis MPd (Ketua Majelis Pendidikan), Muhyiddin Nasution SPdI (Pengurus Majelis Dakwah dan Komunikasi), Muhammad Ridwan (Ketua Badan SAR Al Washliyah), Ketua HIMMAH Sumut Abdul Razak Nasution, dan Ketua IPA Sumut Muhammad Amril Harahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button