Medan

Di Griya Martubung, Akhyar Sampaikan Solusi Penanganan Banjir di Martubung dan Marelan

MEDAN | okemedan. Ibu-ibu perwiritan mendoakan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar – Salman menjadi pemimpin yang amanah dan dapat menjalankan program kerjanya ke depan.

Hal ini terungkap saat Akhyar menghadiri perwiritan akbar se Griya Martubung di Jalan Jala Permai 11, Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (8/10/2020) sore.

Ketua Perwiritan Akbar se Griya Martubung, Wati mengatakan, Akhyar Nasution adalah sosok pemimpin yang sudah mengetahui betul kondisi di Griya Martubung.

“Bapak tadi sudah menyampaikan dan sudah betul-betul mengetahui kondisi kami, jadi saya enggak perlu membeberkan, karena bapak sudah di luar kepala. Permasalahan itu juga tadi dari benak kami yang ingin kami sampaikan, tapi tentunya Bapak juga sudah tahu,” ucapnya.

Meski tidak mengenal begitu dekat, Wati mengaku, mereka mendukung Akhyar – Salman menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan.

“Tentunya kami mendoakan semoga bapak bisa duduk ya pak, menjadi pemimpin yang amanah dan tidak lupa tentunya dengan program-program yang sudah dijanjikan. Kami juga mengerti apa yang Bapak tadi bilang bahwa tidak semudah seperti janji, misalnya iya-iya, tapi kok tidak ditepati, itu betul Pak, karena bapak bukan suka janji janji. Semoga doa kami kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Bapak duduk kembali menjadi Walikota Medan,” harapnya.

“Kami doakan bapak dan keluarga dan semua tim sehat dan nanti di Desember Bapak terpilih dan duduk. Pokoknya doa untuk bapak, yang penting Bapak jangan lupakan janji,” ingatnya kembali.

Sebelumnya, calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution dalam sambutannya membeberkan soal kebutuhan warga seperti penanganan banjir.

Makanya Danau Griya Martubung akan disiapkan untuk mengatasi persoalan banjir yang terjadi selama ini.

Waduk ini nanti, sambung Akhyar, diharapkan akan terjadinya pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar. Sebab, waduk ini nantinya juga akan disiapkan untuk lokasi wisata.

“Beberapa manfaat (danau itu) akan difungsikan sebagai kantong air. Jadi nanti drainase kita ini akan bermuara ke sana. Kedua, itu nanti akan kita manfaatkan sebagai kawasan wisata air, sehingga akan terjadi perputaran ekonomi dan masyarakat juga bisa menikmati wisata di sana,” jelas Akhyar.

Sebagai seorang insinyur, kata Akhyar, boleh salah, tapi tidak boleh berbohong. Maka dari itu, dia ngomong apa adanya sesuai dengan keilmuan yang diperolehnya.

“Menyelesaikan banjir di Labuhan tidak gampang, tolong diterjemahkan secara rasional ya bu, jangan emosional. Saya ngomong jujur itu lebih bagus daripada saya harus janji-janji. Saya sering kali memang ke Martubung, sebelum ibu ungkapkan, persoalannya sudah saya ungkapkan. Saya juga berusaha bagaimana mengatasi hal ini, karena memang secara alami ini kan dulu rawa-rawa, itu saya tidak menyalahkan ibu bertempat tinggal di sini, tapi problem ini menjadi tantangan kita bersama untuk mengatasinya,” bebernya.

Sejujurnya, imbuh Akhyar, kondisi ini hampir sama dengan Marelan. Marelan itu diapit dua sungai yakni Sungai Deli dan Sungai Bedera.

“Marelan kalau hujan, air Sungai Deli lebih tinggi daripada permukaan tanah, jadi airnya enggak masuk ke sungai. Itu nantinya kita buat folder-folder, airnya itu dipompa dan dimasukin ke sungai,” jelasnya kembali.

Selain itu, Akhyar juga menyinggung rencana pembangunan Islamic Center dengan luas 26 hektar.

“Itu kan masih rawa-rawa, jadi sedang dimulai untuk ditimbun dulu, tapi ditimbun kalau jalannya masih kecil, kan jadi sulit, jadi masalah. Maka jalannya diperbaiki dulu. Ketika dibesarkan, ada masjid dan masjidnya kita pindah, kita geser.

OM-zan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button