Wisata Mangrove Lubuk Kertang Berandan Barat Masih Ramai

oleh
Nyonya Hj.Farida Ariani bersama anggota keluarganya pengunjung wisata mangrove Langkat asal Kalimantan berphoto bersama saat menikmati wisata mangrove.(OKEMEDAN.COM/M.IDI

OKEMEDAN-COM
Memasuki hari ke 7 lebaran idhul fitri 1439 Hijriah, Kamis (21/6) objek wisata mangrove yang terletak di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat masih terlihat ramai pengunjung.

“Mulai sejak dibuka pukul 08.30 hingga pukul 18.00.wib kawasan hutan mangove yang terhampar luas ini sudah dipadati warga nasyarakat, tidak saja masyarakat lokal di sekitar lokasi, melainkan dari luar kota juga tidak mau ketinggalan ingin menyaksikan keindahan wisata mangrove di Kabupaten langkat ini ” ujar Hadyan Jamili Batu Bara salah seorang pemandu wisata yang juga abggota Kelompok Tani Mangrove Mekar yang ikut serta menggasas pengembangan kawasan hutan mangrove di sela-sela kesibukannya.

Pengunjung wisata mangrove paling ramai adalah hari-hari libur, lebih-lebih pada saat lebaran sekarang ini.Sejak lebaran pertama hingga memasuki hari ke 7 lebaran ini para pengunjung tampak masih terlihat ramai terutama pada siang hari menjelang sore hari.

“Mulai anak-anak remaja, pemuda sampai kepada orang tua terlihat berduyun-duyun membawa sanak keluarga untuk menikmati keindhan wisata mangrove pada suasana lebaran ini,” ujar Hadyan lagi.

Dikatakannya konsep awal pengembangan hutan mangrove ini memang memfokuskan hanya untuk menghijaukan kembali kawasan hutan bakau yang telah punah dirambah secara liar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Namun setelah dilakukan pengkajian ulang secara lebih detail, ditinjau dari segi untung ruginya akhirnya kawasan hutan mangrove yang luasnya ratusan hektar tersebut dikembangkanlah menjadi objek wisata mangrove dengan mengikutsertakan berbagai pihak seperti Pemkab Langkat.kelompok tani dan Pertamina di daerah setempat, sehingga hasilnya seperti sekarang ini,” ucap Hadyan.

Menurut Hadyan salah satu yang membuat pengunjung betah dan berlama-lama di wisata mangrove ini karena bisa mengelilingi kawasan hutan dari ujung ke ujung menikmati keindahan pesona keindahan hutan bakau dengan menggunakan perahu sederhana. Tarifnya hanya berkisar Rp 20.000 per perahu. Sesekali bisa melihat monyet-monyet kecil bermain dari satu ranting ke ranting lain.sambil bercanda ria

Selain pesona keindahan alamnya, Wisata mangrove Lubuk Kertang juga memanjakan para pengunjungnya dengan berbagai aneka kuliner.

“Untuk memasuki kawasan hutan mangrove ini setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk per orang Rp 2000,”sebut Hadyan.

Untuk menuju ke kawasan wisata mangrove di Desa Lubuk Kertang ini bisa menggunakan transportasi apa saja, mulai sepeda motor, mobil pribadi, bus wisata , taksi dan lain-lain. Ongkosnya tidak mahal.

Jarak tempuhnya dari Medan ke wisata mangrove Lubuk Kertang ini kurang lebih kurang 150 kilometer.Sedangkan kalau dari P.Brandan kira-kira 35 kilometer. Wisata mangrove Lubuk Kertang ini memang sangat cocok untuk dijadikan tempat menghabiskan waktu liburan bagi keluarga.

Nyonya Farida pengunjung asal Kalimantan yang berhasil ditemui mengatakan sangat puas berlibur di sini.

“Pesona keindahan alamnya indah.kawasannya sangat luas.pepohonan bakaunya terlihat begitu subur dan banyak lagi yang kita bisa nikmati. Pokoknya asyiklah berlibur di hutan mangrove ini.” tambah putra putrinya.

M.IDI

Berikan Komentar