Tebing Breksi, Bekas Tambang yang Disulap Jadi Obyek Wisata

oleh
okemedan/foto dn putra

OkeMedan-Medan

Jika ke Yogyakarta, jangan lewatkan untuk berkunjung ke Tebing Breksi. Ini sebuah obyek wisata yang berada di kawasan Kabupaten Sleman. Lokasinya di Sambirejo, sebelah selatan Candi Prambanan berdekatan Candi Ijo dan Kompleks Keraton Boko,

Saya beruntung bisa berkunjung ke Tebing Breksi, Juli lalu karena penasaran dengan cerita cerita yang beredar tentang daya tarik Tebing Breksi ini.

Untuk mencapai lokasi, semua pengunjung hanya bisa mengendarai mobil roda empat yang tentunya yang bisa menanjak karena lokasinya di ketinggian.

Beberapa rombongan wisatawan yang datang naik bus pariwisata besar memarkirkan busnya di area mobil-mobil sewa khusus ke Tebing Breksi yang letaknya di seberang jalan masuk ke tebing.

Disitu pengunjung bertukar kendaraan, naik ke mobil mobil kecil yang sudah menanti. Tinggal kita lapor kepada kordinatornya. Lama perjalanan sekitar 10 menit saja ke atas.

Menurut supir mobil yang kami kendarai, bus pariwisata tidak bisa masuk karena lebar badan jalan terbatas.

Kembali ke Tebing Breksi, menurut sejarahnya sebelum menjadi tempat wisata, ini adalah tempat penambangan batuan alam.Mengutip wikipedia,  kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

                                                           Namun sejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.

Setelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.

 

Beberapa potensi pariweisata yang dimiliki Tebing Breksi adalah pemandangan dinding tebing dengan ornamen patahan yang terlihat begitu artistik. Sebab, pada dasarnya tebing ini memang sudah terbentuk jutaan tahun yang lalu dan dijadikan sebagai tempat penambangan.

Walaupun saat ini sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat penambangan, tapi sisa-sisa dari aktivitas penambangan tersebut mampu menghadirkan ornamen pahatan yang membuat tebing tersebut nampak seperti kue lapis.

Banyak pengunjung berselfie atau berfoto dengan latar belakang tebing. Jika mau lelah sedikit, kita bisa naik ke atas, dari sana nampak pemandangan sekeliling Yogyakarta.

Hanya saja saya kurang beruntung karena datang selepas makan siang saat matahari terik. Ada dibuat semacam balkon kayu lokasi untuk berfoto yang keren, sebuah kursi yang digantung seolah kita duduk sementara nun di bawah tebing dan jurang. Untuk naik ke kursi itu kita harus bayar tapi relative murah kog.

Di Tebing Breksi juga terdapat kolam buatan berisi banyak ikan. Tak jauh dari kolam ada dua anak muda yang menawarkan foto berbayar bersama burung hantu piaraannya dengan latar belakang tebing.

Bagi pengunjung yang capek dan haus, di bukit atas terdapat kedai kopi besar dimana kita bisa pesan makanan seperti mi, roti, kerupuk dan kue dan tentu saja teh serta kopi. Bagi umat Muslim, terdapat mushola tak jauh dari kedai kopi.

Waktu dua jam di tebing Breksi sudah cukup bagi pengunjung karena memang tidak ada tempat untuk tidur tiduran seperti pondok atau vila. Jadi sebatas kita berfoto foto.

Yang patut dipuji sebenarnya kreativitas dan inisiatif pemerintah setempat menjadikan Tebing Breksi sebagai obyek wisata. Sedangkan dari segi pemandangan, kecuali tebing tebing itu selebihnya tidaklah istimewa. OMDN Putra

 

Berikan Komentar