Naik Bus Kota di Beijing Bisa Antri 100 Meter

oleh
Seorang pria sedang bersepeda di persimpangan jalan Kota Beijing. okemedan/dnputra

BEIJING – ibukota negara China, Beijing, adalah sebuah kota besar di dunia. Namun dibanding tetangganya, Jepang dan Korea, biaya hidup di China sehari-hari jauh lebih rendah.

Dalam hal transportasi, sehari-hari lebih banyak orang menggunakan sepeda listrik dan angkutan umum seperti bus. Ongkosnya sangat murah. Bus untuk jarak tempuh 10 kilometer, harga karcisnya hanya 2 CNY, dan tambah 1 CNY untuk 5 kilometer berikutnya.

Penumpang membayar di koin box atau menggunakan smart card, kartu berlangganan yang dikeluarkan oleh Beijing Transportation. Dengan kartu berlangganan jauh lebih murah karena ada diskon sampai 50 persen. Enaknya lagi anak-anak dengan tinggi maksimal 1,3 meter bebas alias tidak perlu bayar. Bandingkan di Indonesia, kecuali anak yang dipangku pasti diharuskan membayar oleh supir atau kondektur.

Bus bus kota di Beijing kondisinya sangat bersih dan bagus dan tentu saja full AC.
Tempat naik dan turun bus bus tersedia di sepanjang jalan yang menjadi rute bus. Setiap tempat ditandai dengan papan petunjuk yang berisikan nomor bus, tujuan dan jam operasional. Kebanyakan dalam aksara China sehingga sulit dimengerti bagi orang asing.

Tapi tidak usah takut karena nomor bus dalam huruf Latin, demikian juga asal dan tujuan bus. Untuk naik bus dari pintu depan dan turun di pintu kedua. Untuk bus tiga pintu, naik dan turun dari pintu tengah. Jangan harap boleh naik turun sembarangan di jalan.

Bus kota di Beijing beroperasi mulai sekitar pukul 5.30 pagi dan berakhir pada sekitar pukul 11 malam. Namun untuk bus di pinggir kota biasanya beroperasi hanya sampai pukul 7 malam. Ada juga bus tengah malam di Kota Beijing yang beroperasi mulai 11 malam sampai 5 pagi keesokan harinya.

Sudah merupakan pemandangan biasa jika di tempat pemberhentian bus antrian sangat panjang terutama pada jam jam sibuk. Antrian menunggu bus di Beijing bisa mengular hingga 100 meter lebih terutama pada sore hari. Hebatnya semua sabar menunggu gilirannya. TIdak berdesak-desakan apalagi sampai melewati orang di bagian depan.

Didalam bus sendiri terdapat kondektur. Namun banyak tidak bisa berbahasa Inggris sehingga bagi wisatawan disarankan membawa peta beraksara China untuk mnenunjukkan tempat tujuan kita. Beberapa kondektur ada yang bisa berbahssa Inggris pasif.

Karena banyak penduduk Beijing naik bus, itu sebabnya selain bus kota, pihak pengelola transportasi Beijing menambahkan komuter dan kereta bisnis pada jam jam sibuk pagi dan sore hari.

Di Beijing kondisi jalannya lebar-lebar. Bisa sampai 8 jalur. Namun tersedia pula jalur khusus untuk pesepeda.

Di Kota Beijing masih banyak orang naik naik dan sangat nyaman karena tersedia jalur khusus diantara jalan besar dengan pedestrian. Jalur sepeda berada di sebelah kanan sekali.

Adalah pemandangan biasa melihat orang berpakaian kantor naik sepeda, baik pria maupun wanita.
DN Putra

Berikan Komentar