Inilah Al Meroz, Hotel Halal Pertama di Bangkok

oleh

OKEMEDAN – Dari luar, eksterior hotel tampak menyerupai sebuah bangunan masjid lengkap dengan menara. Atmosfer mediterania dan Timur Tengah pun langsung menyergap begitu memasuki lobi hotel yang mewah dan terletak di kawasan Ramkhamhaeng Road 5, di timur Bangkok itu.

Tidak seperti kebanyakan hotel di negeri gajah putih ini, resepsionis perempuannya yang beragama Islam mengenakan hijab yang menutup rapi, sedangkan petugas laki-lakinya semua mengenakan peci, membuat suasana hotel ini berbeda dari hotel kebanyakan yang ada di Thailand. Sapa “Assalamua`laikum,” dari petugas hotel selalu menyambut tetamu yang datang.

Penampilan karyawan hotel berbusana muslim itu identik dengan keberadaan Al Meroz Hotel sebagai “The Leading Halal Hotel”, hotel halal pertama di Bangkok.

Dibuka setahun lalu, lewat acara grand opening pada 11 Februari 2017, Al Meroz sebagai hotel halal berbintang lima di Bangkok memang menjamin ketersediaan makanan, minuman, dan fasilitas yang diperbolehkan dalam Islam.

Sebuah sertifikat halal tampak dipajang di dekat meja resepsionis yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi halal di Timur Tengah Gulf Halal Center serta dari The Central Islamic Commitee of Thailand, Ini membuat siapa saja tamu beragama Islam merasa nyaman dan tidak ragu ragu lagi. Secara berkala tim pemantau dari lembaga sertifikasi halal akan melakukan inspeksi untuk memastikan kehalalannya.

Managing Director dan General Manager Sanya Saengboon menyebutkan bahwa cikal bakal hotel Al Meroz sendiri pada awalnya sebuah restoran yang bernama Sophia yang hingga kini masih buka, hanya berjarak 10 meter dari bangunan utama hotel. Si pemilik, CEO Rausak Mulsap, seorang pengusaha muslim terdorong memiliki hotel halal di Thailand menimbang semakin ramainya wisatawan Muslim datang ke negeri itu.
”Al Meroz dalam bahasa Arab artinya warisan atau heritage,” jelas Sanya Saengboon. Disebutkan, butuh waktu 5 tahun untuk membangun Al Meroz sebagai hotel halal di negeri yang mayoritas penduduknya menganut agama Buddha.

Menurutnya, nama Al Meroz dipilih untuk menghadirkan jejak Islam dalam dunia wisata, lengkap dengan tata cara Islam, disertai dengan fasilitas yang mengesankan bagi tamu Muslim dan non Muslim.

Al Meroz Hotel Bangkok mempunyai 242 kamar tidur, terdiri dari Superior, Deluxe, dan Suite Room. Hal yang menarik, di semua kamar terdapat kitab suci Al Quran di dalam laci, sajadah serta penunjuk arah kiblat. Bagi tamu yang ingin sholat berjamaah, hotel juga menyiapkan dua ruang mushola. Terdapat juga fasilitas lain seperti ballroom, meeting room, kolam renang, gym, dan lain-lain sebagaimana jamaknya hotel berbintang empat.

Bagi kaum wanita, hotel ini menyediakan lantai khusus tamu wanita. Mereka hanya dilayani oleh staf perempuan. Begitu juga halnya penggunaan kolam renang, waktu penggunaannya dipisahkan antara perempuan dengan lelaki.
Sedangkan restorannya ada dua, Barakat yang menyajikan makanan timur tengah dan mediterania serta restoran keluarga Diwan yang menawarkan aneka masakan yang diadopsi dari para tamu, masakan Thailand dan daerah-daerah lain.

Al Meroz, berada di kawasan yang banyak penduduk Muslimnya. Dari stasiun Airport Rail Link Ramkhamhaeng Station yang terhubung ke Bandara Suvarnabhumi, hanya berjarak 500 meter atau sekitar 10 menit berjalan kaki. Tidak jauh dari sini, terdapat The Foundation of Islamic Centre of Thailand, pusat komunitas muslim Bangkok.

“Sebagian besar tamu-tamu kami berasal dari negara-negara mayoritas Islam seperti Uni Emirat Arab, Malaysia dan Indonesia, selain tamu dari China, Eropa dan dari Thailand sendiri,” ujar Sanya. Dikatakan, populasi umat Muslim di Thailand merncapai sekitar 5 juta jiwa dari total 65 juta penduduk. Umat Islam terbesar kedua di Thailand setelah umat Budha.

Sanya memiliki kenangan pada masa awal Al Meroz ditetapkan sebagai hotel halal. Tamu tamu non muslim awalnya kaget karena hotel hanya menyediakan makanan halal dan minuman non alkohol. Namun belakangan tamu tamu non muslim mau mengerti bahkan menghormati. “Tamu kami banyak juga yang non muslim seperti dari China dan Eropa, tidak ada pengaruh pada okupansi meskipun mereka tahu ini hotel halal, okupansi mencapai 90 persen” papar Sanya yang juga seorang Muslim.

Pada bulan suci Ramadhan, setiap hari Al Meroz pun menyiapkan Ramadhan Special Package dengan menyediakan santapan berbuka dan sahur, menyediakan ustadz penceramah serta pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di prayer room atau musholla dan jika ramai dilaksanakan di ballroom yang sanggup menampung 40 sampai 150 orang jamaah.(*)

Berikan Komentar