Iki Lho Masjid Jawa di Bangkok

oleh

OKEMEDAN – Bangkok
Muslim adalah populasi kedua terbesar di Thailand setelah umat Budha. Tidak heran jika masjid pun banyak di sana. Salah satunya di ibukota Thailand, Bangkok. Tapi jangan kaget, ada satu masjid namanya Masjid Jawa. Lho?

Ya, memang masih ada kaitan lho dengan orang Jawa. Disebut Masjid Jawa karena memang didirikan oleh orang Jawa di Bangkok. Masjid ini terletak di jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand. Di atas jalan di depan masjid dipajang plang nama Jawa Mosque.

Sampai saat ini masjid Jawa masih terawat baik . Menurut sejarah, dulu masjid yang berada di sebuah gang kecil ini didirikan di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh. Beliau adalah seorang perantauan Jawa pada tahun 2448 dalam tahun Thailand atau sekitar tahun 1906 . Pak Saleh ini mertua dari tokoh pendiri Muhammadiyah di Indonesia yaitu , K.H. Ahmad Dahlan.

Masjid tersebut dibangun untuk memfasilitasi tempat ibadah bagi para Muslim asal Jawa yang bekerja di Thailand.Mereka didatangkan Raja Thailand Raja Chulalongkorn (Rama V) untuk membuat taman di istana raja karena tahu orang Jawa pandai menanam dan berkebun.

Sesuai namanya, fisik masjid ini berarsitektur Jawa dengan warna bangunan hijau muda dengan atap limasan berundak tiga layaknya masjid di Pulau Jawa.
Luas masjid 12 x 12 meter dengan empat pilar di tengah yang menjadi penyangga. Di dalam areal masjid ini terdapat juga madrasah berbentuk rumah panggung tertutup dengan aneka jejeran kursi dan meja di kolong rumah. Pengajian anak anak dan remaja digelar pada malam hari. Ada pula kantinnya.

Tidak jauh dari situ, tinggal juga cucu KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah sekaligus tokoh Islam Indonesia. Nama sang cucu Rambhai Makrifah Dahlan (75 tahun).

Pada setiap hari Jumat, menurut pihak pengelola, bisa menampung sampai 200 orang jemaah . Nah, sebentar lagi akan tiba bulan Ramadhan, suasana masjid ini pun sebagaimana kata penjaga masjid akan lebih ramai karena selain sholat fardu, disini juga dilaksanakan tarawih berjamaah dan tadarus serta berbuka puasa bersama, ditambah lagi kegiatan ceramah dari para ustad dan ustadzah.

DN PUTRA+

Berikan Komentar