Gajah Thailand Pandai Melukis dan Bermain Sepakbola

oleh
Seekor gajah sedang melukis. Okemedan/Putra

OkeMedan-Chiang Mai. Chiang Mai di Thailand Utara memiliki obyek wisata menarik yaitu atraksi gajah. Atraksi ini selalu mengundang wisatawan datang berkunjung dan menjadi andalan wisata provinsi berhawa sejuk itu.

Adalah Maessa Elephant Camp, lokasi atraksi gajah tersebut. Lokasinya di kaki perbukitan. Walaupun masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung karena pada pagi hari ada atraksi pawang (mahout) memandikan gajah di sungai yang mengalir di lokasi kamp.

Begitu memasuki area kamp, kita pertama kali bertemu penjual tebu masih berbentuk batang dan pisang sesisiran. Keduanya untuk kita beri makan ke gajah gajah yang ada di kandang maupun yang akan dimandikan. Selesai memberi makan, pengunjung boleh foto bersama gajah. Belalai gajah memasangkan topi pawang ke kita dan membukanya kembali. Tak hanya itu, bahkan belalainya ikut memeluk tubuh kita. Hiii…tapi jangan takut, sejauh ini aman-aman saja, tapi tetap ada perasaan geli dan sedikit takut juga ya karena belum pernah dibelit belalai gajah.

Dari situ, atraksi bergeser ke tepi sungai. Dari tepi sungai kita bisa menyaksikan ked bawah gajah-gajah mandi pagi. Masing-masing Pawang mengendarai gajah dan menidurkannya di sungai untuk dibersihkan tubuhnya. Pengunjung bisa mengabadikan fotonya. Hanya berdesak desakan juga untuk mendapatkan foto yang bagus anglenya.

Usai mandi, gajah itu pun dibawa masing-masing pawang keluar sungai. Seiring itu, pemandu wisata pun mengajak kita ke lokasi lain berupa stadion mini. Nah, ternyata di sana sudah bersiap digelar pertandingan sepakbola gajah. Didahului oleh parade gajah baru kemudian pertandingan sepakbola dimulai.

Ada sekitar setengah jam atraksi sepakbola digelar. Tak ubahnya pertandingan sepakbola manusia, gajah gajah itu pun memasukkan bola ke gawang yang dijaga gajah lawannya. Ada juga tendangan pinalti. Riuh tepuk tanganpun membahana.

Puas menyaksikan pertandingan sepakbola, kita pun kemudian disuguhi atraksi lain yang sangat menarik yaitu gajah melukis.

Ya, di lapangan pihak petugas menyiapkan sebuah kanvas putih dan gajah itu dengan belalainya melukis mengunakan kuas ke atas kanvas putih. Pawang membantu memberikan warna. Gambarnya bercorak bunga-bunga. Luar biasa.

Tiap kali gajah siap melukis tepuk tangan pengunjungpun bersahutan memberi aplus.

Selesai dari atraksi melukis, pengunjungpun diajak ke museum lukisan dimana terdapat banyak lukisan karya gajah yang umumnya bercorak abstrak dan gambar dekoratif.

Bagi yang berminat dapat membeli, namun harganya cukup mahal untuk kantong orang Indonesia.

Selesai itu, pengunjung boleh merasakan sensasi naik gajah. Kita di bawa berkeliling kamp di atas punggung gajah yamng sudah diberi tempat duduk. Kita naik dari semcam halte gajah dulu, dari situ dibantu petugas kitapun duduk di atas punggung gajah berkeliling sekitar 15 menit. Melewati jalan setapak yang dikelilingi pohon-pohon dan rerumputan serta ilalang.

Pawang yang membawa gajah di tengah jalan akan berhenti sejenak menawarkan apakah kita mau difoto di atas gajah untuk kenang-kenangan. Selesai foto kitapun memberikan tips kepadanya sebagai ungkapan terima kasih.

Kamp gajah Maessa di Chiang Mai ini memelihara gajah sejak dari lahir. Wajar kalau sudah besar patuh pada tuannya dan trampil memperagakan atraksi-atraksi t di atas. Di lokasi tinggal para pawang bersama keluarganya dalam rumah-rumah sederhana. OM/DNP

Berikan Komentar