Ada Apa sih di Amphawa Floating Market? (I)

oleh
Pemandangan sore di Amphawa Floating Market,. Semakin sore semakin ramai. Okemedan/putra

OkeMedan-Bangkok

Thailand dikenal sebagai surga wisata. Betapa tidak, sangat banyak tempat menarik untuk dikunjungi dan setiap tahun selalu ada sesuatu yang baru. Meski begitu, destinasi yang sudah lama ada tetap terpelihara baik.

Salah satu obyek wisata popular di Thailand adalah pasar terapung Amphawa atau disebut juga Amphawa Floating Market. Pasar terapung Amphawa berada di Provinsi Samut Songkhram. Tak jauh dari Damnoen Saduak Floating Market. Hanya Amphawa lebih kecil. Masih ada floating market lain seperti Bang Noek Kwaek dan Bang Noi Floating Market .

Amphawa Floating Market adalah salah satu destinasi favorit warga Kota Bangkok karena jaraknya tidak terlalu jauh.  Menggunakan transportasi mobil pribadi jika tidak macet hanya sekitar 90 menit perjalanan dari Kota Bangkok. Tapi hehe..karena biasanya orang Bangkok lebih suka pergi akhir pekan, jadi harap maklum kalau terjebak macet dan akhirnya bisa sampai lebih lama dari perkiraan seperti yang OkeMedan alami beberapa waktu lalu.

Traffic jam yang cukup panjang tapi jangan bayangkan seperti di Indonesia loh, semua tertib antri tidak ada serobotan.

Karena antrian yang cukup panjang itu juga, begitu lepas dari kemacetan giliran toilet di stasiun pengisian BBM ikut antrian lantaran banyak penumpang mobil sesak pipis seperti yang saya alami.

Oiya, berdasarkan catatan sejarah, perkampungan Amphawa ini muncul pada pertengahan abad ke-17.

Ketika sampai di Amphawa sekitar pukul 3 sore, ampunnn.. ramainya bukan main. Dan 90 persen adalah wisatawan domestik alias wisatawan lokal.

Teman saya warga Thailand yang menemani memang dari awal sudah bilang pengunjung di Amphawa ini kebanyakan warga lokal. Dan karena wajah saya seperti orang Thailand, sepanjang mermasuki lorong ke dalam Amphawa selalu disapa dengan bahasa Thai oleh penjaja makanan. Haha..saya hanya senyam senyum dan membalas dengan seidkit bahasa Thai yang saya kuasai. Bukankah senyum itu ibadah?

Pasar ini tidak buka tiap hari, hanya Sabtu dan Minggu, mulai jam 12 siang sampai sekitar  9 malam. Itulah kenapa ramai sekali orang kemari.

Suasana di Amphawa Floating Market sangat ramai sore itu. Untuk jalan harus bersenggolan. Banyak penjual makanan di lorong masuk. Kue kue basah duuhh.. menggugah seloera. Kemasannya bagus sekali.

Sekitar 5 menit berjalan, akhirnya tiba di tepi sungai. Wuih.. sampai di dalam, di atas sungai banyak penjual makanan dan banyak pengunjung nonkgrong sambil menyantap makanan dan minuman. Ada yang berkeluarga, ada yang sama kekasihnya. Ada juga rombongan anak muda.

Para penjual makanan di atas sungai menggunakan samnpan dan sebagian memakai payung untuk menghindari panas. Semua makanan yang dipesan baru di masak by order, jadi live cooking gitulah.

Pasar ini cukup luas, di seberang juga ada pasar dan untuk ke sana kita bisa naik jembatan penyeberangan ke pasar di seberang.

Oya,lebar jalan di sepanjang pinggir kanal sempit, hanya sekitar 2 meter sehingga mau hati-hati jangan sampai terpeleset jatuh ke kanal. Soalnya gak ada pembatas sebagai pengaman. Kanal Amphawa sendiri bermuara ke Sungai Mae Khlong.

Aneka seafood ditawarkan penjual makanan di atas sampan.  Sebagai contoh, lima ekor udang besar harganya 300 baht atau sekitar Rp140 ribu.

Dari sisi pemandangan sebenarnya tidak ada yang istimewa. Malah air kanal hitam karena saya datang pas pasang surut. Tapi mungkin karena banyak makanan dan tidak jauh dari Bangkok makanya ramai yang datang kemari.

 

DN PUTRA

Berikan Komentar