Musik Indie di Kota Medan. Ini Perkembangannya!!

oleh

OKEMEDAN – MEDAN
Seperti diketahui bahwa perkembangan teknologi saat ini sudah sangat maju dan semakin canggih. Kemajuan tersebut pun kian berdampak kepada perkembangan musik.

Di Indonesia sendiri khususnya di Kota Medan, perkembangan musik tampak terlihat dengan begitu banyaknya band-band yang lahir dengan berbagai aliran. Ada yang sudah di bawah naungan major label ada juga yang lebih memilih jalur indie atau disebut dengan musik independent.

Berangkat dari hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sekumpulan Anak Komunikasi dan Karawitan (SAKKA) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” Medan (STIK-P) yang bergerak di bidang musik menggelar Talk Show bertajuk “Apa Kabar Musik Indie?”. Acara berlangsung di pelataran kampus STIK-P, Sabtu (28/4) kemarin.

Brevin Tarigan selaku pengamat musik indie yang hadir pada kesempatan itu menjelaskan bahwa perkembangan musik indie di Kota Medan tetap ada dengan intesitas yang cukup tinggi.

“Musik indie itu adalah bukan sebuah genre melainkan pergerakan. Perkembangannya sampai saat sekarang ini masih tinggi dan tetap ada. Wadah juga banyak tinggal musisinya aja berani apa nggk main di panggung tanpa di bayar,” ucapnya.

Hal senada juga disebutkan oleh Wisnu Bangun selaku produser dan musisi indie di Kota Medan bahwa indie itu adalah sebuah pergerakan. Lebih jauh, dia memandang musik indie ialah suatu kebebasan.

“Jadi musik indie itu adalah ruang yang terbatas untuk kita berkarya. Dengan indie kita bisa menjadikan genre itu menjadi diri kita bukan kita yang menjadi genre itu,” ungkapnya.

Hadir juga pada kesempatan itu mewakili musisi indie Roy Romero yang menjelaskan bahwa secara eksekusi, musik indie dinamakan ‘Do It Yourself’ atau melakukan dengan cara sendiri.

“Perkembangan semakin pesat daripada dulu dan memang musik indie itu sebuah pergerakan namun eksekusinya dinamakan do it yourself,” tegasnya.

“Jadi dengan perkembangan teknologi seperti saat ini kita harus berteman dengan musuh kita yakni digital. Artinya kita menjual karya kita di youtube, i Tubes, Joox dan Spotify,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua STIK-P, DR H Sakhyan Asmara MSP sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab musik sendiri tak dapat dilepaskan di kehidupan sehari-hari.

“Diskusi ini amat penting dan memiliki nilai strategis karena musik sekarang ini lebih banyak di nikmati daripada dibicarakan. Nah yang dilakukan anak-anak SAKKA ini adalah diskusi membicarakan musik guna memperkaya khasanah atau pengetahuan,” tutupnya.rel

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan