1.250 Aparat Amankan Laga PSMS vs Bali United

oleh

OkeMedan-Medan
Sebanyak 1.250 personel disiapkan demi mengamankan pertandingan antara PSMS Medan versus Bali United di Stadion Teladan Medan, Sabtu (28/7)  malam.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.000 personel kepolisian dan 250 personel gabungan TNI.

Hal tersebut diucapkan Wakil Sekretaris Panpel Julius Raja di sela konferensi pers jelang pertandingan itu, Jumat (27/7/2018).

Banyaknya jumlah aparat yang disiapkan guna mengantisipasi kericuhan yang kerap terjadi usai pertandingan PSMS walaupun tim berjuluk Ayam Kinantan itu meraih kemenangan.

Ditambah lagi, salah satu kelompok suporter kerap menyalakan flare dan kembang api sehingga sangat mengganggu jalannya pertandingan dan membuat PSMS harus didenda PSSI.

“Jadi kita tidak main-main lagi, sebelum masuk suporter akan kita sterilkan sehingga tidak ada lagi aksi menyalakan flare,” tegasnya.

Sementara, dalam menghadapi tim Serdadu Tridatu, PSMS tanpa diperkuat striker asingnya Wilfried Yessoh. Yessoh dikabarkan sedang mengalami cidera usai berlaga menghadapi PSM Makassar 22 Juli lalu.

Meski sebelumnya beredar kabar striker asing asal Pantai Gading itu tidak bermain karena telah dicoret oleh manajemen. Kabar itu pun ditepis manajemen bahwa Yessoh masih berstatus sebagai pemain ayam Kinantan.

Namun tanpa diperkuat Yessoh, sang pelatih Peter Butler sudah mempersiapkan sejumlah pemain pengganti. Pemain baru seperti Rahmat Hidayat juga berpeluang masuk dalam starting eleven. Begitu juga Suhandi dan Frets Butuan masih bisa menjadi opsi lain.

“Situasi pemain saat ini bahwa Yessoh cidera dan kabar dia dicoret gak betul. Jadi sangat penting bagi pemain kontrak mereka harus siap bermain di laga besok. Saya sudah bicara sama semua pemain baru juga, harus ikut proses administrasi dari federasi PSSI,” ucap Butler.

Pelatih berkebangsaan Inggris itu juga akan memainkan pemain yang benar – benar siap bertanding.

“Pemain harus bermain bersama – sama. Meski saya katakan Bali United banyak pemain asing dan merupakan pemain timnas. Kita harus bermain maksimum dan butuh kerja sama kalau mau dapat tiga poin di kandang,” jelas Butler.

Sementara kapten tim PSMS Legimin Raharjo mengatakan, secara pribadi dirinya sudah siap berlaga maksimal di pertandingan besok. Seluruh skuatnya juga telah mendapat evaluasi dari pelatih. Diakui Legimin, kemenangan tim atas PSM di laga sebelumnya tentu mengangkat mental dan semangat pemain.

“Mudah – mudahan semua masyarakat Medan dan suporter PSMS bisa datang ke stadion untuk hijaukan stadion Teladan. Karena salah satu kekuatan kita lawan PSM, karena suporter yang luar biasa,” ungkap Legimin.

Sementara pelatih Bali United Widodo menjelaskan, dalam lawatannya ke Medan ia membawa 20 pemain. Namun, Bali United dipastikan tidak bisa diperkuat tiga pemain pilarnya Ricky Fajrin, Stefano Lilipaly, dan Irfan Bachdim. Meski situasi tim dalam kondisi kurang bagus, namun legenda timnas Indonesia ini masih memiliki pemain yang kualitasnya tidak kalah dibanding tiga pemain tersebut.

“Kita ingin pertandingan kedua tim berlangsung seru dan enak ditonton. Kalo diizinkan oleh Tuhan, kami bertekad raih poin di sini,” jelasnya.

Dikatakan Widodo, kekalahan timnya atas Bhayangkara FC di pekan ke -17, tentu menjadi pelajaran penting bagi tim. Begitupun diakui Widodo situasi menghadapi tuan rumah pasti berbeda dari laga sebelumnya. Begitu juga kemenangan dipertemuan pertama atas PSMS di awal kompetisi, tidak menjadi jaminan timnya mudah mencuri poin di kandang PSMS.

“Pelajaran dari kekalahan lalu, pasti situasi kondisi berbeda melawan PSMS. Saya intruksikan pemain untuk fokus sejak menit awal. Karena biasanya gol terjadi di menit awal. Tentu kami sudah evaluasi,” kata Widodo.

Kick off laga ini akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB di Stadion Teladan Medan. Demi menghindari kerusuhan kembali terulang antara suporter dengan pihak keamanan saat laga PSMS melawan PSM lalu, panitia pelaksana lokal telah bekerja sama dengan kepolisian Polrestabes Kota Medan untuk memperketat keamanan.
OM-DIAZ

Berikan Komentar