Korban Trafo PLN Meledak Mencari Keadilan

oleh
Anjas saat menunjukkan posisi travo PLN yang berdekatan dengan tempat usahanya. OkeMedan /ist

OkeMedan  – Labuhanbatu. Seorang warga jalan H Adam Malik, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Anjas Safari Rambe (44) menutut keadilan. Pasalnya, dia merupakan  korban dari meledaknya Travo milik PLN Rantauprapat penyebab terjadinya kebakaran tempat usahanya.

Akibat kebakaran itu, dia mengalami kerugian materi sekitar Rp800 juta. Namun hingga saat ini pihak PT PLN belum juga memberikan konpensasi akibat tragedi yang terjadi 5 bulan yang lalu.

“Sudah 5 bulan kejadiannya berlalu. Tapi, saya belum mendapat ganti kerugian dari pihak PLN Rantauprapat,” ujarnya, Rabu (21/11/2018) kepada wartawan.

Anjas menceritakan, Trafo PLN itu meledak, pada hari Jumat (24/6/2018) sekitar pukul 01.00 wib. Kata dia, 15 menit sebelum peristiwa kebakaran terjadi pada gudang barang bekas miliknya itu, arus listrik padam. Dan kemudian kembali hidup. Tapi trafo itu mengeluarkan percikan api. Sehingga mengenai barang – barang yang mudah terbakar di dalam gudang, lalu terdengar ledakan sebanyak 3 kali dari trafo tersebut.

Dengan cepat api menyambar seluruh isi gudang barang bekas. Alhasil, barang-barang termasuk alat press plastik dan 1 unit mobil Toyota Inova yang baru lunas, ikut dilalap api yang berasal dari trafo tersebut.

“Peristiwa itu, disaksikan oleh para tetangga yang ikut membantu pemadaman api. Termasuk anak kandung saya dan penjaga malam di gudang botot saya itu,” tandasnya berharap.

Dia berharap agar pihak PLN dapat mempertanggungjawabkan atas kelalaian yang menyebabkan terancamnya nyawa seseorang dan kerugian materi yang dialaminya.

Disebutkannya, masalah ini sebelumnya sudah ditangani pihak penyidik Polres Labuhanbatu, beberapa kali tim Labfor Poldasu turun mengecek kejadian TKP kebakaran Gudang miliknya yang disebabkan meledaknya trafo milik PLN.

Setelah ditunggu tunggu hasilnya pada tanggal 7 November 2018 dia di panggil ke Polres Labuhanbatu oleh Kasat Serse polres Labuhanbatu AKP Jama K Purba melalui Penyidik pembantu S. Ritonga, korban diberi  surat Laboratorium Forensik Berita Acara hasil pemeriksaan tehnik kriminalistik TKP Gudang. Barang miliknya.

“Kesimpulannya kasus ini tidak bisa ditindak lanjuti karena  lokasi api kebakaran (LAPK) dan penyebab teknis terjadinya api pertama kebakaran tidak dapat ditentukan secara teknis kriminalistik karena TKP kebakaran telah mengalami perubahan,” sebutnya.

Kesimpulan itu, membuat dia belum puas. Hanya karena gudang miliknya yang terbakar itu dia perbaiki, lokasinya masih sama. “Wajar gudang itu saya perbaiki karena itu tempat usaha saya. Kan, ada foto dan video kejadian serta saksi saksi,” urainya. OM H5

Berikan Komentar