Jamrud Biar Tuwir tapi Masih Oke

oleh
Penampilan grup Jamrud di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Minggu malam (15/4).

OKEMEDAN-Medan
Usia boleh gaek tapi tidak untuk daya tarik. Itulah yang terkesan dari grup band Jamrud. Meski personel terbilang tua, dan band sudah masuk kategori legend, sejak dibentuk tahun 1984, namun grup rock asal Cimahi jawa Barat ini masih memiliki pesona dan magnet bagi masyarakat baik tua maupun muda.

Hal ini dibuktikan saat Krisyanto dan kawan-kawan manggung di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Minggu malam tadi (15/4). Lagu lagu Jamrud ternyata sangat dikenal penonton yang membuat suasana jadi hidup karena penonton sepanjang show nyaris tak pernah berhenti bernyanyi mengiringi aksi band idola mereka di panggung. Penontonpun bukan hanya orang dewasa melainkan juga remaja belasan tahun.

Sejumlah lagu dibawakan Jamrud dan diikuti koor para penonton antara lain Berakit-rakit , Surti Tejo, Putri, Selamat Ulang tahun, dan Pelangi di Matamu.

Komunikasi pun dibangun oleh Krisyanto setiap kali selesai membawakan lagu.
Jamrud malam itu tampil sangat mengesankan. Jamrud tahu memanjakan penonton terutama Jammers –sebutan untuk fans Jamrud- dengan dialog-dialog sehingga terbangun suasana karab dan kebersamaan.

Menariknya, bayangan bahwa penonton Jamrud didominasi usia 40 an ke atas mengingat band ini sudah sejak 80-an berkiprah di industri musik ternyata tak terbukti.”Kaget juga sih, ternyata Jamrud punya banyak penggemar di kalangan muda muda, luar biasa memang,” puji Diurnanta, penyanyi dan jurnalis musik senior di medan yang juga Media Relation PRSU di belakang panggung.

Banyak justru penonton penonton usia belasan dan 20-an tahun dan ikut bernyanyi. Tak ayal ketika akan membawakan lagu Surti Tejo yang liriknya vulgar, gitaris Azis sempat minta maaf karena lagunya lagu orang dewasa dan supaya diambil saja hikmah dari kisah lagu tersebut serta memesankan kepada orangtua supaya menjaga anaknya jangan sampai mengalami seperti Surti dan pacarnya.

Selama satu jam lebih, Jamrud mengaduk emosi penonton. Didukung oleh sound system yang bagus dan tata lampu yang maksimal, kegaharan musi hard rock ala Jamrud terasa mengguncang adrenalinne hadirin.

Konser Jamrud malam tadi juga sekaligus sebagai pemuncak dari pertunjukan musik di panggung utama PRSU selama sebulan sejak digulirkan 16 Maret lalu.”Semoga tahun depan kita diundang lagi kmari. Terimakasih kepada promotor PT Malik Goonziyyu Razak yang telah mengundang kami,” teriak Kris dari panggung diikuti lambaian tangan para penonton.

AKBAR ALDI

Berikan Komentar