Ini Nama Korban yang Luka Bentrok Demo Mahasiswa dan Kronologis Kejadian

oleh
Foto salah seorang mahasiswa mengalami luka-luka akibat bentrok di Medan yang viral di medsos. OkeMedan/ist

OkeMedan – Medan. Aksi demo mahasiswa di Medan, Kamis (20/9/2018), berakhir dengan jatuhnya korban. Setidaknya 7 orang mahasiswa mengalami luka dan dilarikan ke RS Bhayangkara Medan guna mendapatkan pertolongan medis.

Mereka adalah Fitrah Lufhi Adzmi (22), mahasiswa Fakultas Tekhnik USU Semester akhir warga Griya Martubung. Dia mengalami luka memar pada wajah dan lengan. Sandra (22), mahasiswa Fakultas Hukum UMN semester 7 menderita luka memar di wajah.

Selanjutnya Amirul Muslimin (22) Fakultas Farmasi UMN semester 7 luka sobek di kepala, Surya Darma (23) mahasiswa Fakultas Ekonomi USU, warga Jalan Kenanga, mengalami luka di kepala, kaki dan rusuk kiri.

Berikutnya Ari Cakra (19) mahasiswa Fakultas Teknik Arsitek USU. Warga Jalan Mansur No 30 ini menderita luka di punggung, kepala dan kaki kiri. Ahmad Putra Apriadi (21) mahasiswa UMSU warga Jalan Jambur Damuli Suka Ramai, Kecamatan Kualu Puluh, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Terakhir Salim Abdul Rahman Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukun UINSU mengalami luka kepala memar, luka pipi dan kepala belakang bengkak.

Polisi juga mengamankan dua mahasiswa yang diduga merusak mobil dinas kepolisian yakni M Nazim (mahasiswa USU) dan M Syem (Mahasiswa USU).

Peristiwa bentrok itu berawal ketika mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Kota Medan yang dipimpin Ketua Aksi Wira Putra
mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya USU tiba di depan kantor DPRD Sumut sekira 10. 00 WIB menggelar aksi dengan tuntutan aksi stabilkan nilai tukar Rupiah, stabilkan harga bahan pokok.

Informasi dari kepolisian bentrok terjadi dikarenakan masa dari Aliansi Mahasiswa Kota Medan terdiri dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), UISU, UMSU, Universitas Panca Budi Medan, UINSU, Potensi Utama, Institut Kesehatan Helvetia, UMN, KAMMI Medan, UMA dan HMI Medan sudah mulai anarkis dengan merusak pagar DPRD, memasuki dan menduduki kantor DPRD, menghujat dan melempari aparat kepolisian yang bertugas. Akibatnya bentrok dengan aparat tidak terelakkan.

Selanjutnya pada pukul 11.00 WIB, massa mahasiswa bertambah sekitar 600 orang dan berkumpul di DPRD Sumut sambil berorasi yang dilakukan orator Wira Putra (Presma USU), Hendra Boang Manalu (Wapresma USU), Amirulhazmi (Presma Unimed) dan Zaky (Mahasiswa UNPAB).

Sambil berorasi mahasiswa juga membawa poster yang bertuliskan Media Televisi terlalu tipis untuk meliput kami, Turunkan Walikota Medan karena banjir !!! Macet, Copot Menteri perdagangan, turunkan tarif daftar listrik, Kami kenyang makan janjimu pak Jokowi.

Pada pukul 13.46 WIB, massa diterima oleh perwakilan anggota DPRD Sumut Zukfikar komisi E dari Fraksi PKS. Anggota dewan tersebut berusaha menenangkan massa mahasiswa dengan meminta untuk tertib dan menjaga kondusifitas.

“Mengenai Presiden ada sesuai dengan ketentuan dengan Pilpres untuk menentukannya. Saya mengucapkan terimakasih dan saya berani duduk ditengah kalian karena saya yakin kalian pasti akan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Namun pada Pukul 13.45 WIB, terjadi lempar-lemparan dengan batu antar kedua belah kubu pengunjuk rasa yakni mahasiswa dengan sekelompok massa yang menentang tuntutan mahasiswa tersebut.

Pukul 14.44 WIB, terjadi keributan antara kedua belah pihak massa demonstran sehingga dilakukan tahapan pengendalian massa oleh Kepolisian.

#OM ZA Nasution

Berikan Komentar