Edy Rahmayadi : Awasi dan Ingatkan Saya

oleh

OkeMedan – Medan
Gubernur Sumut terpilih H Edy Rahmayadi meminta warga Al Washliyah Sumatera Utara membimbingnya selama 5 tahun menjalankan amanah rakyat Sumatera Utara sebagai Gubernur. “Awasi saya, lindungi saya, bimbing dan ingatkan saya, panggil saya, apalagi Al Washliyah yang memanggil saya sangat senang, ” kata Edy Rahmayadi pada acara tepung tawar calon jamaah haji Al Washliyah Sumut sekaligus syukuran/ upah upah Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sebagai Gubsu dan Wagubsu,
Zahir- Oky Iqbal Frima Bupati dan Wakil Bupati Batubara serta Terbit Rencana-Syah Afandin sebagai bupati dan wakil bupati Langkat terpilih, di kediaman Sekretaris PW Al Washliyah Sumut H Isma Padli Ardya Pulungan Jalan Beringin I, Gaperta Medan, Minggu (29/7/2018).

Sebagai ormas Islam terbesar ketiga di Indonesia, sebut Edy, Al Jam’iyatul Washliyah sangat berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Begitu pula saat ini, eksistensi Al Washliyah diperlukan dan sudah saatnya mengatur kondisi sosial masyarakat di wilayah barat Indonesia.

“Mendengar Al Washliyah, bergelora cita- cita saya. Ulama dan kadernya begitu berpengaruh. Saya berharap Al Washliyah bisa melakukan hal ini mengatur kondisi sosial masyarakat di wilayah Barat, ” tegasnya.

Edy teringat ketika dia masih aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan bertugas di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ketika memulai bertugas, dia dibawa untuk menemui ormas Islam NU dan Muhammadiyah.

“Ketika saya menjabat di Jatim, saya digiring ke NU diberi wejangan wejangan dan nasihat. Begitu juga saat menjabat di Jateng, saya dibawa ke Muhmamadiyah juga diberi wejangan wejangan. Begitu besar pengaruh kedua ormas Islam ini, ”
ujarnya di hadapan Ketua Umum PB Al Washliyah H Dr Yusnar Yusuf MS, Ketua PW Al Washliyah Sumut Prof Dr H Syaiful Akhyar Lubis MA, Sekretaris H Isma Padli Ardya Pulungan, Ketua Panitia Indra Alamsyah SH, Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Bupati Kabupaten Batubara terpilih Ir Zahir MAP, Rektor UMN Al Washliyah Hardi Mulyono, pengurus PW Al Washliyah serta organ bagian Al Washliyah Sumut.

Beranjak dari itu, Edy tidak melihat hal tersebut di wilayah barat Indonesia khususnya di Sumut. Padahal Al Washliyah lahir sebelum kemerdekaan RI yakni pada 30 November 1930, di Medan, Sumatera Utara.

“Saya mau di wilayah barat ini adalah Al Washliyah. Siapa yang masuk ke Sumut harus menemui Al Washliyah. Saya yakin ini bisa dilaksanakan, ” tegasnya sembari mengatakan sedari awal dia berharap dipanggil Al Washliyah untuk menyampaikan visi misi untuk Sumut. Meski begitu dia menyarankan kedepan Al Washliyah harus memanggil calon kepala daerah seperti yang telah dilakukan NU dan Muhammadiyah.

Kata Edy, cita-cita pendiri Al Washliyah sangat besar untuk Indonesia. Dan Dia telah membaca tulisan para pendiri Al Washliyah tersebut. ” Makanya saya sangat berharap Sumatera Utara ini dibimbing oleh Al Washliyah. Saya menginginkan Sumut ada ‘kiblatnya’. Takut kita nanti tak karuan arahnya,” ungkap mantan Pangkostrad ini.

Apalagi munculnya Islam Nusantara. Edy meminta kepada Al Washliyah menolaknya karena Islam Nusantara bukan ajaran Nabi Muhammad SAW dan cenderung kepada tradisi. ” Saya mohon dengan segala hormat ini harus diluruskan. Bukan karena uwak istri saya pendiri Al Washliyah , tapi ini demi kepentingan Ummat,” katanya.

Ketua Umum PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf mengatakan Edy Rahmayadi merupakan kebanggaan warga Al Washliyah. Begitu juga dengan Zahir merupakan sosok kader yang saat ini menjabat Bendahara Al Washliyah Sumut.

“Dua tokoh Washliyah ini sangat kita banggakan dan hari ini kita mengadakan syukuran atas terpilihnya sebagai kepala daerah. Jika sudah dilantik, ingatlah kami pak Edy, ” ujarnya.

Pada kesempatan itu warga dan kader Al Washliyah melakukan upah – upah dan syukuran terhadap Edy Rahmayadi dan Zahir. Setelah itu juga dilakukan tepung tawar calon jamaah haji Al Washliyah Sumut yang berangkat yakni Isma Padli Ardya Pulungan, Dedi Iskandar Batubara dan Raudin Purba.
ZA Nasution

Berikan Komentar