Ajo Bilang Tukang Kunci Kalau Mau Jahat Gampang, Tapi,,,

oleh
Ajo sedang memasang kunci duplikar di kantor. okemedan/za nasution

 

OKEMEDAN – Pernah mengalami kehilangan kunci? Entah kunci rumah, kunci kopor, kunci lemari, entah kunci sepeda motor, entah kunci mobil? Alamak, pasti stress. Kalau sudah begitu biasanya keliling dulu mencari, tanya sana tanya sini, marah sana marah sini, sampai akhirnya dimarah balik oleh yang kena marah karena tak merasa menyimpan atau menyembunyikan kunci yang hilang.

Nah, apa solusinya? Tak lain tak bukan mencari tukang kunci. Bisa dibayangkan, entah bagaimana rasanya jika dalam kepanikan itu tak ada tukang kunci yang pandai menduplikat. Apalagi jika dan memang biasanya kita sedang bergegas untuk keperluan.

Orang kadang acuh tak acuh pada tukang buat kunci, apalagi karena biasanya lokasi tempatnya berusaha tersuruk-suruk di antara bangunan, pepohonan. Hanya satu dua di inti kota memakai kendaraan roda empat danga-danga. Walhasil, orangpun sering mengabaikan kehadirannya. Baru nanti setelah kehilangan kunci sibuk mencari-cari.

Pekerjaan sebagai ahli kunci tampaknya sepele. Hanya bermodalkan mesin,  peralatan obeng, kikir,  kunci ring dan duplikat kunci yang belum dibentuk sesuai dengan aslinya yang dibutuhkan.  Namun ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Untuk memperoleh kunci sesuai aslinya perlu keahlian khusus.

Profesi ahli kunci bahkan tak jarang pula selalu dicurigai karena keahliannya bisa saja disalahgunakan melanggar hukum khususnya kasus pencurian yang berkaitan dengan kunci.

Padahal sama sekali tidak. Keahlian ahli kunci bisa dikatakan sangat membantu orang mengatasi masalah kerusakan dan kehilangan kunci rumah,  mobil,  sepeda motor bahkan brankas uang.

“Kalau mau jahat saja gampang bang.  Bukan itu yang kita cari, tapi keberkahan membantu orang, ” kata Ajo (47), tukang ahli kunci di Medan kepada okemedan,  belum lama ini.

Pria yang kental logat minangnya mengatakan,  setiap hari ada saja orang yang datang.  Beragam permintaan,  mulai membuat duplikat kunci hingga membuat kunci baru karena aslinya hilang atau patah.

Untuk duplikat hampir semua jenis kunci,  mulai kunci pintu rumah, gembok  pagar,  sepeda motor,  mobil dan brangkat.  Sedangkan kalau patah maupun hilang juga demikian,  tapi tak sebanyak pesanan duplikat.

“Yang agak susah jika kunci hilang atau patah,  karena harus bawa sarang kuncinya.  Dan pengerjaannya tidak sebentar karena harus membongkar rumahnya agar bisa mencocokkan kunci yang akan dibuat, ” ujarnya.

Seperti kunci sepeda motor hilang atau patah di dalam,   Ajo harus membongkar kap sepeda motor untuk mengambil rumah kunci.  Setelah itu ada alat manual berupa kawat dan lainnya yang digunakan untuk mempermudahkan kerjanya.” Butuh waktu satu jam menyelesaikannya. Tapi itu juga tergantung tingkat kesulitannya, ” jelasnya.

Dalam pelayanan,  Ajo juga siap dipanggil keluar baik ke rumah dan kemana saja,  tapi dengan syarat masih dalam radius yang tidak terlalu jauh dari tempat dia mangkal di kawasan Brigjen Zein Hamid tepatnya tak jauh dari kanal.

Dari segi pendapatan perharinya dia terima Rp. 100 ribu, bahkan bisa lebih apabila dia dipanggil keluar.

“Untuk duplikat,  satu kunci saya buat Rp 15.000 untuk ukuran kecil dan Rp. 20.000 yang besar.  Bahkan ada juga yang nego.  Kalau membongkar atau membuat kunci yang hilang dan rusak,  saya pasang tarif Rp. 50. 000. Sedang keluar,  lumayan juga dapatnya. Rezeki harimau lah bang, ” katanya.

ZA Nasution

 

 

Berikan Komentar