256 Ribu Jiwa Masyarakat Sumut Keracunan Narkoba

oleh
Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol. Marsauli Siregar saat memberikan pembekalan di acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kepada 1.697 orang mahasiswa baru Institut Kesehatan Helvetia di Aula kampus tersebut, Kamis (13/9/2018). okemedan/ZA Nasution

OkeMedan – Medan
Peredaran narkoba tak pernah surut di Indonesia. Bahayanya lagi, narkoba telah meracuni seluruh lapisan masyarakat. Sumatera Utara misalnya, sebanyak 256 ribu jiwa telah menjadi pemakai atau keracunan narkoba.

“Bahaya narkoba tidak seperti teroris. Narkoba dapat merusak seluruh generasi dan dampaknya lebih serius seperti di Sumut telah mencapai 256 ribu jiwa, ” papar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut Brigjen Pol. Marsauli Siregar saat memberikan pembekalan di acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kepada 1.697 orang mahasiswa baru Institut Kesehatan Helvetia di Aula kampus tersebut, Kamis (13/9/2018).

Bahkan dari hasil penelitian pada tahun 2017, lanjutnya, 30-40 orang di Indonesia perharinya meninggal akibat narkoba.

“Seperti temuan di Batam sebanyak 1.1 ton narkoba yang diseludupkan, kalau lolos gimana jadinya generasi bangsa ini, ” katanya.

Dia menambahkan saat ini ada 33 juta jiwa masyarakat juga telah terpapar narkoba. 24 % adalah pelajar dan mahasiswa.” Ini yang terus kita sosialisasikan kepada pelajar dan mahasiswa betapa bahayanya narkoba ini yang dapat merugikan secara sosial, ekonomi dan masa depan, ” ujarnya.

Bahkan data tahun 2017 secara nasional, katanya, sebanyak Rp77 Triliun habis untuk belanja narkoba.” Sementara APBD Sumut hanya Rp12 Triliun, ” sebut Marsaudi.

Marsudi juga mengungkapkan jaringan pengedar narkoba sulit diungkap dan selalu terputus. Bahkan sesama mereka juga saling tidak mengenal.

Selain itu, banyaknya narkoba yang masuk dengan berbagai cara karena banyaknya pecandu atau permintaan/pasar di Indonesia.

“Berbagai cara mereka lakukan untuk memasukkan narkoba ke Indonesia. Bahkan ada yang memakai pakaian dalam hingga menyimpan dalam tubuh manusia agar bisa lolos, karena ada pasar di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu dia menyarankan agar kampus menerapkan kurikulum Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Membentuk Tim satgas anti narkoba, melakukan pemberdayaan masyarakat agar mengatakan tidak pada narkoba, menekan demand dan rehabilitasi bagi mereka yang sudah terlanjur pakai narkoba serta penegakan hukum cara menghilangkan suplai narkoba,” imbuhnya.

Sedangkan Rektor Insitut Kesehatan Helvetia Dr H Ismail Efendy MSi mengatakan, PKKMB ini bertujuan agar para lulusan SMA/SMK yang masuk dunia baru bidang pendidikan mengetahui gambaran kehidupan kampus, bagi fasilitas maupun tridharma perguruan tinggi. “Memang dari awal sebelum mereka menetapkan pilihan, mereka sudah mengenal kampus ini, bagaimana ruangan laboratorium, perpustakaan dan proses belajarnya, tapi untuk tridharma dan proses belajar sampai 4 tahun, maka harus tahu,” ungkapnya.

Kata Ismail, para mahasiswa baru ini harus bermental/psikis dan fisik bersih, karenanya Institut Kesehatan Helvetia memberikan materi tentang darurat narkoba oleh Brigjen Pol Marsauli Siregar dan Bela Negara oleh Kementerian Pertahanan untuk wilayah Sumut Kol. Inf. Azhar Mulyadi. “Ini penting, kedua hal ini agar lulusan dari lembaga akademik yang nantinya turun di tengah-tengah masyarakat dia bersih dari narkoba dan tahu fungsinya sebagai warga negara dalam membela negara,” ungkapnya.

Dia berharap, implementasi dari kegiatan ini ada disiplin dan komitmen serta tahu tahapan yang mahasiswa baru lalu sehingga bisa mempersiapkan diri agar mereka matang. “Sehingga mereka bisa melalui tahapan-tahapan ini dengan tepat waktu,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Yayasan Helvetia Medan Iman Muhammad SE SKom MM MKes meminta mahasiswa baru mematuhi aturan kampus dan asrama.

“Patuhi aturan kampus dan asrama, karena kalian semua harus jaga amanah orangtua. Jangan terpengaruh lingkungan, yang bisa membentuk perilaku negatif. Amanah orangtua untuk belajar di sini,” katanya.

#OM ZA Nasution 

Berikan Komentar