IPW Soroti Kasus Warga Tewas Diduga Usai Ditangkap Polisi

oleh

OkeMedan – Labuhanbatu. Ind Police Watch (IPW) menyoroti kematian Suheri alias Eri Lantong (43) warga lingkungan Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Labuhanbatu yang  tewas setelah tiga jam ditangkap pihak Personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Sabtu (6/10/2018) sekira jam 01.30 WIB.

Untuk itu, Direktur IPW Neta S Pane, Minggu (7/10/2018) menyarankan pihak keluarga korban menempuh jalur hukum.

“Sebaiknya melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian yang dilakukan anggota polisi ini ke propam Polda Sumut,” saran Neta melalui pesan WA-nya.

Kata dia, melihat foto korban yang penuh luka bisa menjadi bukti. Selain itu, tambahnya warga yang menyaksikan bahwa korban dalam keadaan sehat saat dibawa polisi bisa menjadi saksi.

“IPW mendesak Propam Poldasu menangani kasus ini dengan serius. Kapoldasu perlu mengawasi penanganan kasus ini. Karena penyiksaan yang menyebabkan kematian tersangka adalah tindakan biadab yang tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Penilaian IPW, Polisi adalah aparatur penegak hukum dan bukan algojo pembunuh tersangka. Tugas polisi adalah memproses kasus tersangka hingga bisa masuk ke pengadilan dan bukan masuk ke kuburan.

“Jika terbukti anggota Polres Labuhanbatu itu menganiaya tersangka hingga tewas, mereka harus diadili dan dihukum berat,” tegasnya.

Namun sebelum diproses, lanjut Neta oknum polisi yang diduga terlibat harus ditahan Propam Poldasu. Agar mereka tidak menghilangkan barang bukti.

“Tindakan biadab anggota kepolisian harus diperangi segenap anggota Polri. Agar Polri bisa benar-benar menjadi aparat penegak hukum yang profesional,” tandasnya.

Suheri alias Eri Lantong, tewas dengan kondisi tubuh mengalami lebam di sekujur tubuhnya pasca penangkapannya, Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 22.00 wib

Korban ketika itu ditangkap bersama rekannya berinisial Gunawan karena dugaan keterlibatan peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di kawasan Paindoan Rantauprapat.

Informasi diperoleh, korban ketika digelandang ke Mapolres Labuhanbatu menggunakan mobil pihak Kepolisian dalam kondisi sehat. Bahkan penangkapan korban dan rekannya mengundang perhatian warga setempat. “Dia sebelumnya sehat. Dia juga sempat makan miso di warungku,” ungkap seorang warga.

Bahkan, para warga saat menyaksikan penangkapan juga menegaskan ke pihak Kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya. “Jangan ada yang main pukul,” papar warga ketika itu.

Tapi, sekira jam 01.30 wib, keluarga korban menerima kabar duka. Suheri ayah 4 anak ini, disinyalir korban dari keganasan pihak Polisi. “Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,” ujar Keponakan korban Agustina.

Tubuh Lebam

Sementara itu, dari sejumlah poto yang beredar, terlihat kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam. Mirisnya, di kening korban terlihat bekas luka diduga tusukan paku.

“Kayak luka tertusuk paku kening korban,” aku warga Riko.

Saat pemandian jasad korban, menjadi perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung kondisi tubuh korban. Dan mengabadikan poto dengan ponsel pintar.

“Banyak warga yang ingin nengok,” kata Sitorus dan Riko.

Setelah dimandikan , korban menjalani proses proses fardhu kipayah disholatkan dan dimakamkan di perkuburan muslim Paindoan.

Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi gagal konfirmasi terkait hal itu. Sebab, ketika dihubungi melalui telepon selularnya tidak bersedia menerima panggilan masuk. Bahkan, pesan singkat yang dikirim ke ponsel pribadinya  juga tanpa balasan.

Namun beredar kabar dari dalam Mapolres Labuhanbatu yang diterima kalangan  wartawan setempat, korban ditangkap  bersama rekannya hasil informasi masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu. Saat diturunkan dari mobil mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.OM H5

Berikan Komentar