Program Mengajar Kontribusi OJK Kembangkan Kompetensi SDM di Pendidikan

oleh

OkeMedan – Medan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program mengajar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Program OJK Mengajar di UINSU merupakan inisiatif OJK melalui OJK Institute dan Kantor OJK Medan Sumatera Utara yang berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi yang dapat bermanfaat untuk masyarakat luas agar dapat merasakan manfaat dari pelaksanaan tugas OJK.

“Program OJK Mengajar hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman peserta mengenai tugas dan fungsi OJK, menjelaskan mengenai peran serta OJK dalam mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta memajukan kesejateraan umum,” jelas
Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar, Jumat (8/9/2018).

Selain itu, katanya, program ini sebagai bentuk kontribusi OJK mengembangkan kompetensi Sumber Daya Manusia di dunia pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan para akademisi mengenai peran serta OJK selaku otoritas yang memiliki fungsi pengaturan dan pengawasan serta perlindungan konsumen di Sektor Jasa Keuangan.

Dia mengatakan dalam menjalankan fungsi tersebut, OJK secara aktif berkolaborasi
dengan seluruh stakeholder agar fungsi dimaksud bisa berjalan dengan lancar. Salah satu aspek penting kolaborasi dengan para stakeholder termasuk universitas di Medan adalah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dikatakannya, perkembangan Sektor Jasa Keuangan saat ini yang sudah sangat maju dan memasuki era digital. Masyarakat tidak lagi dapat mendekati melalui pengaturan dan pengawasan dengan menggunakan metode lama. Perkembangan dan inovasi di Sektor Jasa Keuangan seperti peer to peer lending, digital banking, crowdfunding, dan era internet of things yang dikenal dengan fenomena financial technology (FinTech).

“Ke depan membutuhkan kapasitas SDM yang memadai untuk mengetahui dampak baik secara bisnis, legal, maupun ekonomi secara keseluruhan. Dan OJK harus cukup fleksibel untuk mendorong inovasi baru, namun di sisi lain cukup tegas dalam mengawal aspek perlindungan konsumen,” ujarnya.

Tidak hanya itu, keterkaitan antar Sektor Jasa Keuangan saat ini juga semakin kompleks sehingga membutuhkan pengawasan yang terintegrasi untukmencegah risiko sistemik di Sektor Jasa Keuangan. Keseluruhan hal tersebut memerlukan SDM yang kompeten.

“OJK melalui OJK Institute, memiliki 3 (tiga) peran utama yaitu melakukan pengembangan kompetensi SDM yang handal, melakukan penelitian yang menjadi referensi Sektor Jasa Keuangan dan menyediakan informasi dan pengetahuan Sektor Jasa Keuangan yang terpercaya,” ujarnya.

#OM ZA Nasution

Berikan Komentar